*** Rio meninggalkan Ziya setelah dirasanya Ziya cukup baik. Sebagai seorang dokter, Rio pun memiliki pekerjaan yang tak bisa membuatnya bersama Ziya selama Dua Puluh Empat jam penuh. Lelaki itu kembali ke ruangannya untuk melanjutkan sisa pekerjaan yang sempat ia tinggalkan untuk mencari Ziya. Ketika dalam perjalanan kembali ke ruangannya yang searah dengan ruangan dokter Dias, tanpa sengaja Rio mendengar percakapan dua temannya yang tak lain dan tak bukan adalah dokter Dias dan dokter Sandi. Keduanya tampak sedang membicarakan Ziya. Tangan Rio terkepal kala mendengar Sandi meminta Dias menganalisa perasaannya mengenai arti kehadiran seorang Ziya. Demi apapun Rio tidak menyukai itu. Rio lebih suka Dias berkabung dalam rasa bencinya kepada Ziya seperti yang selama ini mereka lihat.

