*** Tujuan yang tidak tercapai saat bermaksud mengorek informasi tentang Ziya kepada Dias tidak membuat Riana kesal. Dirinya sudah menyiapkan rencana lain untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Makan siang Keduanya tersebut tidak berakhir sia-sia, sebab Dias menemaninya mengobrol sepanjang makan siang mereka. Biasanya, Dias malas mendengar seseorang bicara ketika sedang makan, tetapi bersama Riana dia merelakan ketidaksukaannya itu. Dias membiarkan Riana berbicara sesukanya. Dias juga menyahuti ketika Riana meminta pendapatnya. Tentang keadaan rumah sakit jiwa ini misalnya. “Menurutku tempat ini menarik. Rata-rata pasiennya nurut. Nggak bikin kepala pusing,” ucap Dias. Riana mencebikkan bibirnya. Bagi perempuan berparas cantik itu, pasien RSJ Wija cukup sulit untuk diatur. Pasien

