*** Hari-hari berlalu. Kehidupan di RSJ Wija semakin menarik menurut Ziya. Gadis itu semakin aktiv dalam menunjukkan perhatiannya pada Dias. Ziya juga tak segan menggoda Dias hingga kadang membuat Dias salah tingkah. Kerap kali pula Dias melarikan diri dari hadapan Ziya secara tiba-tiba akibat kelakuan Ziya yang terus menerus menggodanya. Ziya puas dengan semua itu. Dirinya senang karena akhirnya bisa membuat Dias mengingatnya setiap hari, meski itu karena tingkah konyol dan godaannya. Tidak masalah, asalkan Dias memikirkannya. Seperti hari ini, Dias baru saja masuk ke ruang rawat Ziya untuk sekedar mengunjunginya. Dari brangkarnya, Ziya sudah senyum-senyum sendiri. Gadis itu selalu saja begitu akhir-akhir ini. Selalu menunjukkan senyum manisnya setiap kali Dias mengunjunginya. “Ada

