*** Sudah beberapa jam Ziya melamun sendirian di taman belakang yang terbelngkalai. Ia tampak tidak memiliki niat untuk kembali ke dalam kurungan yang selama ini dinggap orang-orang sebagai tempat perawatan. Jujur, pikiran Ziya masih melayang pada kejadian beberapa jam yang lalu. Kejadian yang membuat dadanya terasa sesak hingga saat ini. Ziya tidak tahu saja, rumah sakit sedang sibuk mencari keberadaannya. Suster jaga sibuk ke sana kemari untuk menemukannya. Juga, Dias yang ikut pusing karena tidak menemukannya di mana-mana. Dias merasa kali ini Ziya benar-benar keterlaluan. Gadis itu kembali membuat onar dengan cara kabur-kaburan. Jika memang sudah tidak betah, kenapa ZIya tidak memintanya untuk membawanya pulang? Bukan menghilang dengan cara seperti ini. Dias benar-benar merasa ker

