*** Keesokan harinya, Ziya bertekat untuk melakukan traveling di sekitar rumah sakit demi membuktikan ucapan suster jaga. Ia akan mengusahakan yang terbaik untuk keluar dari ruang rawat yang sudah dirinya anggap sebagai kurungan ini. Ziya juga bertekat untuk bertemu dengan papanya. Bukan bicara secara langsung, tapi cukup melihatnya dari jauh. Ziya pikir, rindunya akan terbayarkan hanya dengan cara seperti itu. Juga, rasa bersalahnya akan sedikit berkurang begitu melihat keadaan papanya baik-baik saja. Dengan tekat yang kuat, Ziya pun akhirnya berhasil keluar dari ruang rawatnya saat suster jaga sedang lengah. Dengan cerdik Ziya menjadikan bantal sebagai pengganti dirinya. Kali ini, Ziya juga lebih berhati-hati. Ia mengunci pintu dari luar agar dua pasien lainnya tidak mengikutinya se

