Bab 39. Ungkapan Rasa

1114 Kata

*** Ziya turun dari ranjangnya begitu kamar rawatnya tampak sunyi. Beberapa menit yang lalu suster jaga baru saja memberi makan siang untuk mereka. Satu yang Ziya yakini, suster lupa mengunci pintu dari luar. Namun, itu menjadi keuntungan bagi Ziya karena dirinya bisa keluar dari kamarnya sekarang juga. Tak perlu sembunyi-sembunyi mengingat suster jaga sedang sibuk makan siang juga. Ziya pun keluar dari kamar rawatnya, lalu mengunci pintu dari luar seperti biasa. Ziya tak ingin menimbulkan masalah seperti dulu lagi. Ia lebih berhati-hati kali ini. Suntuk membuat Ziya berakhir di depan ruang rawat Rara. Gadis cantik itu ragu harus masuk atau tidak. Dirinya juga tidak tahu bagaimana rekasi Rara nanti setelah melihatnya. Namun, entah kenapa sekarang Ziya merasa perlu bicara dengan Rara m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN