*** Ziya terus membawa langkah kakinya menuju ruang rawatnya. Gadis itu tidak menyadari keberadaan Dias yang tepat berada di belakangnya. Ziya menundukkan kepala hingga tanpa sadar suster jaga baru saja memergokinya. Namun, ketika suster jaga ingin menegurnya, buru-buru Dias memintanya untuk tetap diam. Dias mengintruksikan agar suster jaga tetap tenang dan mempercayakan Ziya terhadapnya. Suster jaga pun membiarkan Ziya kembali ke ruang rawatnya dengan tenang. Ketika Ziya sudah sampai di ruang rawatnya dan duduk di barnkarnya, Ziya menemukan Dias tepat berada di depannya. Keterkejutan tampak nyata di wajah gadis itu. “Dias?” tanyanya tak percaya. Setahunya, Dias makan siang bersama dokter Riana, dan itu pasti membutuhkan waktu yang cukup lama karena bisa saja mereka mengobrol dulu. Na

