*** Pengobatan pertama akhirnya selesai dengan baik. Ziya bekerja sama. Dirinya benar-benar serius dalam menjalani pengobatannya. Dias bersyukur sebab Ziya tidak membuat ulah. “Kamu hebat, Zi!” ujar Dias memuji Ziya. Betapa Ziya senang mendengarnya. “Terima kasih, Dias. Kamu juga seorang wali yang hebat untukku, tapi sebagai apa ya? Pacar?” Sengaja Ziya menggoda Dias dengan pertanyaan itu. Ia ingin melihat bagaimana reaksi seorang Dias yang dingin dan menyebalkan. Dias salah tingkah. Ia terkekeh dengan cara yang paling salah menurut Ziya. Membuat gadis pembuat onar itu ingin menggodanya lagi dan lagi. “Gimana? Setuju nggak kalau kamu berperan sebagai pacarku?” tanyanya. “Ziya hentikan!” ujar Dias menyahuti. Entah kenapa Dias memerah hanya karena godaan kecil yang Ziya berikan. Dia

