Kilas Balik

4400 Kata

“Ini Abimanyu dan Parikesit.” Bunda menyodorkan dua boneka flanel berukuran sedang lengkap dengan pakaian yang dikenakan tokoh pewayangan. Dua boneka itu berada di genggamanku sekarang. Tanganku yang masih kecil tak kuasa memegang keduanya, hingga salah satu di antara mereka terjatuh. Tawa Bunda terdengar bersamaan dengan munculnya Papa dari balik pintu ruangan khusus yang ia gunakan untuk bertekun dengan instrumen-instrumen musik dan kertas partiturnya. “Dalam pewayangan, Abimanyu adalah lelaki yang berhati tulus dan lembut. Perilakunya sangat baik.” Kepalaku ditepuk-tepuk Bunda. Aku memungut boneka bertuliskan Abimanyu dan melarikannya ke bale-bale untuk kuajak bermain. Boneka-boneka flanel yang dibuat ibuku kini memiliki dua teman baru. Sebelumnya aku telah mendapatkan boneka lain de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN