Malioboro

5363 Kata

“Hey. Kamu hilang. Ke mana aja?” Abimanyu duduk-duduk di sebelahku, ikut menikmati terpaan angin dan matahari yang mulai merangkak menuruni bumi. Senyum yang lama tak kulihat merekah di bibirnya. Tak dipandangnya aku seakan berpisah denganku dalam waktu yang tidak sebentar bukanlah masalah. Padahal aku setengah mati merindukannya. Rindu saat-saat ia muncul tiba-tiba mengagetkanku dari belakang dan lenyap bagai tak dijamah bumi. “Menghindar.” “Kok menghindar? Kenapa?” Dua telunjuknya dipasang di sebelah kepala. “Radarku dibutuhkan orang lain.” Tawa kami menggelegak di bukit sepi ini. Aku bahkan tak tahu kapan bisa sampai di tempat ini? Berbaring, kuamati potongan awan yang berarak bak parade kecil, raib perlahan membentuk pola berbeda dan tertelan sinar jingga. “Sekarang aku butuh rad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN