“Bugh!” “Akh!” Anna berteriak saat pukulan dari kayu rotan mendarat di telapak tangannya. Satu kali. Dua kali. Anna merasa tangannya akan patah saking kerasnya Rima memukulnya. Sementara di telinganya terdengar tawa Larisa dan Lia yang masih memegangi tangannya. Tawa mencemooh yang membuat Anna semakin muak. “Masih belum mau minta maaf?” Anna menatap tangannya yang memar, lalu mendongak. “Kalau pun kamu pukul aku sampai mati aku gak akan pernah minta maaf!” Anna menatap dengan penuh kemarahan. Dia tidak akan merendahkan dirinya, lagi. Ya, lagi. Jika dulu ketika dia disalahkan untuk hal yang tidak dia lakukan, Anna akan pasrah sebab tahu rasanya di pukul rotan itu menyakitkan. Tapi, tidak kali ini. Toh lambat laun dia akan mati. Tak peduli apa kondisinya, tapi setidaknya dia b

