“Apa yang kamu lakukan pada ibumu, Adam?” Di seberang sana suara Ibra terdengar. Begitu tegas dan penuh kemarahan. “Apa yang mereka bilang?” Adam masih duduk tenang di kursinya. Di depannya berserakan berkas yang sedang dia periksa, dan membutuhkan tanda tangannya sebagai direktur utama perusahaan. “Mereka bilang kamu menghukumnya hanya karena Anna? Ibumu melakukan itu untuk menertibkan Anna yang melenceng dari aturan keluarga. Tapi kamu berani menyakiti adik dan ibumu!” “Pertama, Anna istriku. Kedua Anna tidak melakukan hal yang merugikan mereka hingga mereka harus menghukumnya. Dan lagi bukankah harusnya hukuman seperti itu harus dihentikan? Apa yang akan terjadi kalau orang-orang tahu jika keluarga Wirayudha melakukan kekerasan? Ketiga, dia bukan ibuku. Jadi berhenti mengatakan dia i

