Salah Paham

1431 Kata

Adam membantu Maria duduk di ranjang lalu membiarkan kakinya berselonjor dengan punggung yang disandarkan di sandaran ranjang setelah sebelumnya dia menyimpan bantal untuk membuatnya bersandar nyaman. “Duduklah, Nak. Aku ingin bicara.” Maria menepuk sisi di sebelahnya membuat Adam duduk dengan patuh. Tangan penuh keriput itu mengganggam tangan Adam lalu menepuknya. “Apa kau belum bisa menerima Anna sebagai istrimu?” Adam terdiam. “Aku tahu kau terpaksa. Tapi, Nak. Apa selama ini ketulusannya tidak membuat hatimu tersentuh?” “Eyang, aku—” “Anna gadis yang baik, dia jujur dan tulus.” Adam menunduk. “Apa yang terlihat kadang tidak seperti kenyataanya, Eyang.” Mata Maria menatap dengan mengernyit. “Apa maksudmu?” “Kita tidak tahu apa tujuan sebenarnya dia menikah denganku.” “Apa?!”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN