“Apa yang mereka bilang bukan urusanku. Kalau kamu keberatan punya istri sepertiku cerai aja! Apa susahnya, sih!" Mata Adam menajam. Anna benar-benar ingin bercerai darinya? Wanita itu terus mengungkitnya. Adam mendengus. “Jangan bermimpi. Pergi siap- siap. Kita akan ke rumah Eyang.” Setelahnya Adam pergi meninggalkan Anna yang menjadi kesal. “Dasar menyebalkan!” Anna menaiki tangga perlahan untuk menuju kamarnya. kakinya masih lumayan sakit meski sudah bisa digerakkan. Beruntung hanya memar dan lecet di beberapa bagian kakinya saja. Tidak terlalu parah. Anna mendudukan dirinya di tepi ranjang. Ingatannya berkelana ke masa lalu dimana dia selalu mengabdikan dirinya untuk Adam. Mengabaikan semua ucapan dingin pria itu dan terus menyambutnya setiap hari. “Kamu sudah pulang? Makanannya

