Mendengar semua pertanyaan Jeno. Dita pun meledak. Dia mengakui segalanya. Semua kekesalan dan kemarahan itu dia tumpahkan. "Iya mas. Aku tidak suka kamu dekat dengan wanita lain. Aku benci melihat kamu mesra seperti itu mas. Aku benci kamu akrab dengan wanita itu dan aku juga benci karena aku sangat cemburu. Puas kamu, Mas!" Dita yang kesal, dia menangis kemudian meraih bantal di atas tempat tidur dan melemparnya kepada Jeno. "Kamu jahat mas!" teriaknya. Sepasang pengantin baru itu sudah bertengkar di hari kedua pernikahan mereka. Komunitas yang buruk antara Jeno dengan Dita membuat hubungan keduanya kacau. Sementara itu, Pak Artama dan Ibu Diana ternyata menguping di depan pintu kamar anaknya. Mereka saling menatap satu sama lain dan membuat rencana. "Pa, gimana ini? Mereka b

