Dita yang tidak melihat mobil Jeno lewat di depannya. Dia cuek-cuek saja. Dia menikmati semangkuk bubur bersama dengan Indra. Selesai menghabiskan buburnya, Dita dan Indra kembali berjalan menuju area komplek perumahan mereka. Indra mengantar Dita pulang sampai depan rumahnya. "Thanks udah nganter aku, Dra," ucap Dita sungguh-sungguh. Indra hanya mengangguk pelan kemudian berpamitan pergi dari rumah Dita. Tanpa berpikir apapun Dita masuk ke dalam rumahnya. Dia berjalan menapaki anak-anak tangga ke arah kamar. Rumah sangat sepi hanya ada Mbok Anik dan Mang Maman saja di rumah itu, sementara Jeno dan Pak Artama sudah keluar sejak pagi. Dita melihat ponselnya yang sedang di charge di atas meja nakas. Karena lowbat Dita tidak membawanya. Dia lihat ada notifikasi pesan masuk dan juga pa

