Gedung Pernikahan

1086 Kata

Jeno yang tidak bisa menolak Dita, dia mengikuti kemauan gadis itu. Sangat terpaksa Jeno menghentikan mobilnya di sana, di depan warung pecel ayam.  "Haduh, kenapa Kak Juna seleranya makan di tempat seperti ini," batin Jeno yang menyalahkan kakaknya, Juna.  Dita dan Jeno turun dari mobil, mereka berjalan masuk kedalam warung. Banyak orang di tempat itu, Jeno menatap sekeliling dengan tidak nyaman.  "Dita yang benar saja. Kita duduk dimana? Di sini sesak dan juga ramai. Aku tidak bisa makan seperti ini," kata Jeno yang tidak nyaman dengan keadaan tempat itu.  "Tidak apa-apa. Kita bisa duduk bergabung dengan mereka. Kamu kenapa sih? Biasanya juga oke-oke saja makan seperti ini."  Jeno mendengus kesal, dia duduk bergabung dengan orang-orang yang sedang makan di tempat itu. Di meja panjan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN