Memikirkan kenangan tentang bolpoint pemberian Dita sewaktu kecil, membuat Jeno baper sendiri. Merasa aneh, dia tidak mau ambil pusing. Jeno memilih untuk tidur saja. *** Pagi hari yang cerah di hari sabtu. Jeno sedang libur tetapi Dita harus tetap ke salon. Mereka turun dari lantai dua untuk sarapan pagi. Jeno dan Dita turun bersama, mereka saling melirik satu sama lain. Tidak perduli, Dita turun dengan cepat, berlari menuruni tangga kemudian bergegas duduk di dekat Ibu Diana. Tak lama Jeno menyusul, dia duduk di dekat Dita. "Hari ini kamu libur, kan?" tanya Ibu Diana kepada Jeno. Jeno mengangguk, dia memang tidak ada kelas mengajar di hari sabtu dan minggu. Ibu Diana tersenyum, dia melihat ke arah Dita. "Kamu bisa melakukan foto prewedding dua hari ini bersama Dita," ucap Ibu

