Dita belum bisa mengendalikan emosinya yang memuncak, dia bingung dan merasa seperti orang yang tidak tau apa-apa. Bahkan keluarganya tega menipunya. "Jawab pertanyaanku? Kamu jangan diam terus, Mas?!" Dita mendorong Jeno, dia meminta pria dihadapannya itu menjelaskan semuanya. Ibu Diana menengahi, dia berusaha menenangkan emosi menantunya, Dita. "Kita bicara baik-baik Dita. Kamu tenang dan duduk dulu. Mama yang akan menjelaskan semuanya padamu. Jangan salahkan Jeno untuk semua ini, mama yang salah karena menikahkan kalian berdua." Sama halnya dengan Dita. Juna juga bingung dengan semua yang terjadi, otaknya yang masih belum optimal menerima semuanya. Dia merasakan kepalanya berat dan berdenyut-denyut sangat sakit. Juna segera duduk di kursi, dia menyandarkan kepalanya di sana. Ibu D

