Setelah mengobrol dengan orang tua mereka Dita dan Jeno memutuskan untuk istirahat saja di rumah. Dia tidak pergi ke mana pun dan tidak keluar hari itu. Karena sangat lelah setelah seharian dalam perjalanan. Dita dan Jeno pergi ke kamar mereka. Mereka berdua menapaki anak-anak tangga bersama dengan bergandengan tangan. Sangat rukun membuat Pak Artama dan Ibu Diana merasa senang. Jeno dan Dita sudah di dalam kamar. Mereka melepas lelah dengan duduk nyaman di atas sofa. Saling menatap satu sama lain dengan bahagia. "Dita, kamu sangat lelah. Mau aku pijat biar lelah mu hilang?" tanya Jeno dengan baik hati. Dita tersenyum, dia tidak percaya dengan Jeno. Kebaikan Jeno selalu berujung ada maunya. Atau ada niat dibaliknya. "Aku tidak lelah. Kenapa? Kamu bersemangat sekali untuk membantuk

