Pak Artama dan Ibu Diana yang tidak bisa menjawab pertanyaan Dita, mereka hanya menyemangati Dita untuk tetap sabar. Pak Artama bahkan mengalihkan topik ke rencana mereka untuk menghadiahkan Dita dan Jeno berbulan madu. "Sudah Dita. Kamu harus sabar sama Juna. Mungkin Juna sedang mengalami transisi dimana dia saat ini menjadi seorang suami. Dia butuh penyesuaian untuk dirinya. Berikan Juna waktu. Daripada kamu pusing mending kamu pilih saja, kalian berdua mau bulan madu dimana?" tanya Pak Artama kepada Dita. "Benar kata papa. Untuk apa kamu mikirin hal yang tidak harus kamu pikirkan. Pada akhirnya, Juna akan menjadi suami seutuhnya hanya untuk kamu," timpal Ibu Diana. Dita mengangguk, entah dia faham atau tidak, yang pasti Dita memang harus lebih sabar menghadapi sikap suaminya. Dia

