Merasa terganggu dengan tingkah Dita, Jeno keluar kamar. Dia berpura-pura mengambil air. "Ya sudah, kamu cepat ganti bajumu. Aku harus ambil air dulu di dapur." Jeno bergegas pergi dari kamar. Dia segera menuruni anak-anak tangga. Kesal dengan Dita. "Aku harus gimana? Dia memang istriku tapi Kak Juna. Bagaimana dengan Kak Juna? Tidak mungkin aku menyakiti kakak sendiri. Duh, ada-ada saja pakai menikah dengan pacarnya Kak Juna. Jadi ribet sendiri, kan." Jeno sengaja berlama-lama di dapur. Dia ingin ketika dia masuk kamar, Dita sudah selesai berganti baju. Sudah beberapa menit Jeno di dapur, rasanya sudah lebih dari cukup untuknya kembali ke kamar. Jeno membawa gelas air yang sudah di isi penuh, dia menapaki anak-anak tangga rumahnya. Jeno membuka pintu, dia tertegun menatap wanita ya

