"Ibu!" Wanita yang sedang mendorong barnkar dengan tangis terisak itu berhenti, dia menoleh pada seseorang yang baru saja memanggilnya. "Nak Gibran.." Gibran langsung berlari meninggalkan Dheo dan mandor yang masih ada di belakang tubuhnya. Langkah kakinya mengikuti langkah lari pelan yang dilakukan oleh Ibunda Atala. Wanita masih menangis, memandangi tubuh Atala yang tidak sadarkan diri. "Kenapa sama Ata, Bu?" tanya Gibran dengan nada gemetar. Pandangannya jatuh pada tubuh Atala yang kini sudah masuk ruang UGD, wajahnya pucat pasi. Tubuhnya kurus kering dengan perut yang sedikit buncit, ada cairan kuning yang terlihat di kaus yang dikenakan oleh Atala. "Dia..dia tadi tiba-tiba muntah setelah makan, terus-menerus sampai akhirnya dia pingsan. Ibu takut makanya langsung Ibu bawa sini,

