"Aku mau ngomong." Langkah Pelita yang sudah siap untuk pulang, tertahan berkat kalimat singkat yang dia dengar dari Tari. Inginnya dia langsung berlalu saja karena tidak ingin kejadian yang sama seperti sebelumnya terulang lagi, namun dia sadar betul jika umurnya saat ini bukan lagi umut untuk kabur dari masalah. Maka setelah menarik napas dan meyakinkan hati, Pelita akhirnya mengangguk. "Di taman aja," katanya kemudian. Taman yang dirinya maksud adalah sebuah taman kompleks yang tidak jauh dari TK, yang biasanya selalu mereka gunakan untuk tempat bermain anak-anak. Mereka kemudian melangkah tidak beriringan. Pelita lebih maju satu langkah sedangkan Tari mengikutinya dari belakang. Suasana perumahan tampak lengang, karena mungkin banyak penghuninya yang masih tertahan di tempat kerja

