Lelaki itu pergi. Lelaki yang sesaat lalu semangat sekali mengomentari segala macam persiapan pernikahan dirinya dengan Atala yang menurut pria itu terlihat aneh. Namun walaupun Pelita tahu jika pria itu sudah pergi, bahkan hilang sudah bayangannya, matanya justru tidak mau berpaling ke arah lain dan terus menatap jalanan kosong yang sesaat lalu di lalui dengan berlari oleh pria itu. Gibran adalah sosok menyebalkan di awal Pelita mengenal pria itu. Apalagi kedatangannya yang tiba-tiba dengan membawa omong kosong yang membuat Pelita langsung menuduhnya sebagai orang gila, sebagai orang yang terobsesi padanya. Walaupun pada akhirnya Pelita harus menelan bulat-bulat pendapatnya saat kemudian dia juga mengalami mimpi yang sama. Lalu dia mengenal Gibran sebagai sosok yang lain. Sosok yang mud

