Pelita bersandar pada pintu kamarnya yang masih tertutup, saat telinganya menangkap perbincangan antara Gibran dengan orang tuanya. Pagi tadi Gibran mengirimkan pesan, mengajak Pelita untuk bicara berdua lalu menjenguk Atala di rumah sakit. Karena merasa bahwa memang banyak hal yang harus dia bicarakan, akhirnya Pelita menerima ajakan itu. Tapi setelah sekarang Gibran sudah sampai di rumahnya, dia malah gugup tidak jelas. Masih belum bisa dia terima sepenuhnya kenyataan bahwa yang akan menjadi calon suaminya dalam dua hari lagi adalah Gibran, bukan lagi Atala. "Pita, kamu udah siap belum? Gibran sudah datang." Pelita berjengkit kaget saat suara ketukan pintu dibarengi dengan suara ibunya terdengar dari luar kamar. Dia berdeham, mengambil kacamata anti radiasi bulat miliknya kemudian me

