bc

Killer Stalker "KAEL" (Pangeran dalam Kegelapan)

book_age16+
1
IKUTI
1K
BACA
revenge
killer
stalker
dark
arrogant
city
crime
slice of life
shy
serial-killer
like
intro-logo
Uraian

Manusia pasti berubah? Rael adalah seorang anak lelaki yang baik dan ramah sejak masih kecil. Namun saat ini ia adalah salah satu STALKER dari keanggotaan sebuah Organisasi Mafia Terkeji. Rael terkenal sebagai salah satu yang paling ditakuti karena hasrat membunuhnya yang hampir tak dapat dibendung. Diketahui riwayat masa kecilnya bahwa ia dibesarkan dikeluarga yang berkecukupan dan hampir selalu mendapatkan apa yang ia inginkan, kecuali ikatan yang tulus. Sejak ia di bangku Sekolah Menengah, kehidupannya perlahan mulai meredup karena tidak memiliki teman serta ayah ibunya yang bercerai.

Sejak saat itu kehidupannya perlahan mulai terasa sepi, memiliki beberapa teman namun hanya akan muncul jika sedang butuh saja. Tapi jika saat Rael sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi, ia pun diabaikan dan seolah-olah tak dianggap. Bertahun-tahun menanggung hal seperti itu hingga ia sendiri pun menjadi dingin dan perasaannya menjadi tumpul kepada sesama Manusia. Ia tak lagi percaya jika ada orang yang ingin berteman tanpa syarat, semua itu omong kosong. Pandangan Rael terhadap kehidupan pun berubah, ia merasa dunia ini hanya diisi oleh orang-orang busuk.

Namun disuatu ketika saat dirinya mencoba terjun kedunia malam yang kelam, tak disangka disana ia mendapati beberapa orang yang menganggapnya sebagai teman. Awalnya ia juga tidak percaya jika b******n seperti mereka itu ingin berteman dengannya.

Kehidupan Rael mulai berubah menjadi lebih asik dan menyenangkan setelah mendapat teman-teman baru. Rael sangat peduli dan sayang pada mereka meskipun mereka teman di dunia malam, tapi Rael bisa merasakan ketulusan dan kebaikan mereka dengannya. Roger, Ryan, Ryo dan Rael. R4, itulah sebutan mereka. Sampai suatu ketika mereka terjebak dalam Jaringan Mafia terbesar di Negeri itu, dan mereka tidak bisa PULANG.

Lalu apa yang membuat Rael menjadi seorang Stalker pembunuh? Mengapa anak yang begitu ramah dan baik itu bisa menjadi orang yang sangat Keji? Kematian dan penderitaan teman-temannya adalah kunci dari Jawaban itu. Ia memilih untuk kembali membuang hati nuraninya “Agar dendam teman-temannya bisa terbalaskan”.

Sayangnya saat ia mulai masuk dalam Dunia yang penuh kegelapan itu, ia sudah menjadi mayat hidup. Ia hanya seonggok raga yang tak memiliki jiwa, setiap harinya hanya menjadi mesin pembunuh atas perintah dari orang yang mempekerjakannya, yaitu Bos Mafia Black Leaves. Organisasi Mafia Keji yang terkuat bersembunyi dibalik nama sebuah Yayasan White Lotus.

Dominasi dibalik layar kekejaman mereka terhadap siapapun yang menantang mereka akan mereka lenyapkan dari dunia ini. Rael sebagai salah satu “Eksekutor” sudah cukup banyak merenggut nyawa orang-orang tak berdosa. Dan saat ini hanya Rael dan Ryo saja yang masih hidup dan menjadi Stalker pembunuh setelah mereka kehilangan Roger dan Ryan yang mati mengenaskan hingga tubuh teman mereka itu dijadikan santapan hewan liar

Namun ternyata perlahan ia menyadari bahwa dirinya masih memiliki hati nurani dan belas kasih. Selama 4tahun ia membunuh orang tanpa sebab tanpa ampun, selama itu pula ia terus memaksa diri untuk menutup hatinya. Sampai akhirnya ia sudah tidak sanggup lagi dan Rael pun mulai berani mengakui bahwa dirinya “ingin keluar dari Neraka yang kejam ini”.

Dengan bantuan dari salah seorang petinggi Black Leaves, Rael pun akhirnya bisa keluar dari Neraka tersebut meskipun ia harus mempertaruhkan segalanya saat itu. Kematiannya di palsukan agar ia tidak dilacak oleh para Mafia itu. Hingga akhirnya untuk pertama kalinya Rael kembali menghirup udara kebebasan dan memulai untuk menjalani hidup normal seperti orang kebanyakan, meskipun awalnya sangat sulit dan semua tidak berjalan dengan mudah.

Singkat cerita, Rael kembali berhasil mendapatkan beberapa teman-teman yang ia percayai juga yang mempercayainya. Kehidupan dan hari-harinya pun perlahan menjadi sangat berwarna dan bermakna karena kehadiran teman barunya, meskipun ia masih terus merahasiakan masa lalunya yang sangat tidak beradab. Ia takut teman-temannya saat ini akan menjauhinya jika mereka mengetahui jati diri Rael yang sebenarnya.

Tetapi, tanpa disadari keberadaan Rael tercium oleh mantan Organisasinya dan nyawa teman-temannya pun terancam. Sampai akhirnya teman-teman Rael mengetahui jati dirinya yang asli, namun mereka memutuskan untuk tetap bersama dengan Rael. Karena bagi mereka, Rael adalah Rael yang baik yang mereka kenal saat ini. Tak peduli sesadis apapun masa lalu Rael, mereka tetap akan selalu bersama-sama Rael.

Tetapi, semua itu tentu saja harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Kejadian yang lalu terulang kembali dimana teman-teman Rael pun terkena dampak dari keberadaannya. Mulai dari teror hingga penyiksaan yang dilakukan Black Leaves kepada Rael dan teman-temannya. Sampai orang-orang disekitar mereka pun terbunuh, Rael pun tidak lagi berpikir apa-apa. Didalam hatinya saat ini adalah “Mereka telah merenggut kehidupanku dan mereka harus membayar kematian dan penderitaan teman-temanku”.

chap-preview
Pratinjau gratis
Memulai untuk Hidup yang baru
“Oi Rael, kusarankan kau mencari pekerjaan atau sesuatu hal yang bisa kau kerjakan. Sepanjang hari dirumah mengurung diri dikamar dan tidak kemana-mana selain membeli sabun cuci dan peralatan mandi, Itupun hanya sebulan sekali saja momennya. Apa kau tidak jenuh?.” Tanya Razzak pada sepupunya itu. “Hah, ceramahmu tidak ada yang lain? Setiap hari selalu itu saja yang kau bilang.” Jawab Rael sambil menguap dan masih berbaring diatas kasurnya sambil menonton TV. “Ayolah, mulai sekarang belajarlah jadi manusia. Sudah sekian lama kau tidak pernah keluar. Aku mengerti soal trauma dan ketakutanmu. Tetapi kalau begini terus juga bukannya bagus, malah kau terlihat seperti manusia yang tak punya kehidupan. Kalau sudah begitu lebih baik tidak usah hidup sekalian. Bukankah pada akhirnya kau bisa terbebas? Jadi mulai sekarang ayo nikmatilah hidupmu dan jalani kehidupan Normal seperti manusia pada umunya.” Razzakh tak menyerah untuk menceramahi sepupunya itu. Genap sudah 4bulan Razzakh menceramahi Rael setiap harinya agar sepupunya itu punya semangat untuk kembali menjalani kehidupan manusia Normal. “Yalah yalah. Besok aku akan mulai keluar rumah dan mencari pekerjaan. Sudah? Kau senang? Sekarang kau lebih baik pulang saja jika masih ingin mengomel.” Jawab Rael yang akhirnya menuruti nasehat Razzakh meski terpaksa. “Yasudah, aku harus kembali ke Gerai. Ada meeting dan penyuluhan untuk para karyawan.” “Ya, itu lebih bagus. Pergilah. Jadilah bos yang baik.” “Cih, dasar kau. Yasudah, itu bir pesananmu ku letakkan disamping kulkas. Nanti kau masukkan saja sendiri.” Razzakh pun pergi beranjak dari rumah Rael. .. Keesokan Harinya Rael benar-benar bersiap-siap rapi memakai kemeja dan ia benar-benar ingin mencari pekerjaan. “Hah, hari yang membosankan dimulai.” Ucap Rael. Ia keliling berjalan kaki dan berharap bisa mendapat kerjaan yang tempatnya tidak jauh dari rumah. Ia sangat pelit dengan tenaga dan tergolong hemat energi dan minim pergerakan. Di tempat pertama ia melamar menajdi penjaga toko dan ia ditolak dengan alasan ia tidak memiliki bakat dalam hal promosi. Namun ditempat kedua di sebuah Cafe yang bernama Cafe astoria ia diterima menjadi pelayan. Ia pun sudah bisa memulai debut kerjanya besok. Keesokan harinya ia datang dan mulai bekerja, tetapi ia merasa sedikit kesulitan karena ini pengalaman pertamanya menjadi pelayan cafe. Belum lagi ia dintuntut harus ramah dan murah senyum, itu sungguh sangat bertolak belakang degan dirinya. “Hey Rael, kalau menyapa pelanggan ataupun ngantar pesanan mereka kau harus senyum dan ramah.” Ucap Selvi, seorag Wanita berusia 24tahun yang sudah 4tahun bekerja di cafe itu. “Oh..iya.” jawab Rael singkat. “Ahaha, tidak usah kaku begitu kawan. Santai saja, jangan memberikan tatapanmu yang seram itu pada pelanggan. Nanti mereka pada takut mau makan disini lagi. Ahehehe.. “ Ujar John lelaki berusia 26tahun yang bekerja di bagian dapur. “Oh, iya-iya.” “Hah, ternyata menjadi pelayan Cafe itu merepotkan.”- Sudah genap seminggu Rael bekerja di Cafe itu dan semuanya tampak tidak ada kendala yang berarti. Beberapa orang pun mulai dekat dengannya dan sering berinteraksi dengannya, meskipun seperti biasa Rael hanya menaggapi mereka seadanya saja. “Bagaimana Rael? Apakah kau merasa betah kerja disini.” Tanya Selvi. “Oh, ya kurang lebih.” “Hmm, kau ini selalu saja jutek. Oh iya, besok hari liburmu, kau sebaiknya laporan dulu ke Sarah sana.” “Sarah? Siapa itu?” Tanya Rael dengan wajah yang agak bingung. “Ya ampun, kau ini. Kau sudah seminggu bekerja disini tetap kau masih belum tahu juga nama-nama rekan kerjamu? Sepertinya kau harus di beri pelajaran.” “Mau bagaimana lagi? Aku memang tidak tahu siapa dan yang mana orang yang bernama Sarah itu.” “Itu..tuh! Yang cantik langsing kayak model yang jadi kasir kita. Dia Sarah, kurasa dia mirip sepertimu. Kalian sama-sama berwajah datar dan hampir tak pernah senyum.” “..?? O..oh, iya. baiklah kalau gitu.” Tanpa basa-basi Rael langsung pergi meninggalkan Selvi dan menuju kasir untuk mengkonfirmasi Hari liburnya kepada Kasir. “Dasar anak itu. Orang belum siap ngomong, dianya malah main pergi aja.” Gumam Selvi yang kesal melihat sifat Rael. .. Rael pun berhadapan dengan Sarah didepan Konter pembayaran. “Anu, besok aku libur.” Ucap Rael tanpa basa basi lagi. Sarah pun jadi ikut bengong dan heran dengan sikap Rael itu. “Iya? Lalu?” Jawab Sarah dengan datar. “Itu saja. Aku disuruh melapor kesini.” “Oh, baiklah.” “Oke.” Rael pun pergi begitu saja meninggalkan Sarah. “Haa?! Orang ini? Yang benar saja!. Menjengkelkan sekali, dasar songong.” Batin Sarah yang kesal. .. “Yow Bro Rael, kau besok libur ya?” Tanya John yang tiba-tiba mengajak Rael mengobrol. “Iya. Kenapa ?” “Ha, besok aku kan pulang sore. Bagaimana kalau kita nongkrong bersama?. He?He? Gimana? Gimana?. Kau mau kan?. Kita bisa cuci mata di dekat Cafe Anggrek yang di dekat Taman itu. Disana banyak sekali cewek yang datang dan berfoto-foto serta berkumpul. Pasti kau akan ketagihan jika sekali saja kesana, banyak cewek-cewek cantik dan bohay-bohay. Gimana gimana Bro Rael?.” John sepertinya berusaha membangung hubungan yang lebih dekat dengan Rael. Karena John sering memperhatikan Rael yang sepertinya John menyadari kalau Rael sangat jarang berinteraksi dengan orang lain. “Oh, makasih. Tapi aku tidak mau. Kau bisa pergi saja sendiri tanpa aku.” Rael pun langsung pergi meninggalkan John begitu saja. Begitulah sifat Rael terhadap orang-orang. Bukan ia sengaja, tetapi ia sudah terbiasa dengan hal yang pokok. Jadi menurutnya inti dari percakapan itulah yang paling penting, bukan cara penyampaiannya meskipun sebagian besar orang tidak setuju dengan cara Rael bersikap. “Ya?.. Yasudah kalau begitu. Mungkin lain kali saja ya.” Ujar John yang berbicara pada Rael namun Rael sudah balik badan dan pergi. Entah Rael mendengar John atau tidak. Rael pun pergi mengambil Jaketnya lalu bergegas pulang, tanpa tegur sapa ataupun berpamitan. Sikapnya yang seperti itu membuat dia dicap sebagai karyawan paling songong di Cafe itu. “Hah, sulit sekali mendekati anak itu. Dasar, sepertinya dia anti-sosial. Aku jadi prihatin padanya.” Ujar John yang melihat ke arah Rael yang berjalan meninggalkan Cafe. “Kurasa dia bukan hanya anti sosial, tetapi sepertinya dia juga tidak pandai bergaul.” Tambah Selvi. “Hah, semoga dia cepat sadar.” .. Hari itu pun terlewat digantikan dengan Hari berikutnya. Di hari Jum’at siang yang tenang namun cuacanya cukup panas, Rael yang terlihat masih saja rebah di kasurnya. Namun ia baru ingat kalau ia harus belanja untuk keperluan bulanan, dan dengan berat hati iya terpaksa bangun dari tidurnya yang nyaman. Rael sejenak merenung dan akhirnya ia bangun dari ranjangnya dan bersiap-siap untuk mandi dan berpakaian. Kurang dari 30menit ia pun sudah selesai mandi dan sudah berpakaian santai. Rael kali ini akan keluar rumah karena ini akhir bulan, seperti biasa ia akan ke toserba untuk berbelanja keperluan rumah. “Panas sekali hari ini. Seharusnya aku tadi minta layanan antar ke rumah saja.” Gumam Rael yang terlihat sedang berjalan kaki menuju Toserba yang tak jauh dari rumahnya. Sesampainya disana ia pun melihat ada promo menarik yang diadakan tiap bulan di toserba itu. tidak berlama-lama, ia pun membeli banyak cemilan dan makanan kalengan untuk stok kebutuhan hariannya. Lalu ia pun menuju kasir untuk membayar. “Ini saja kak? Ada tambahan lain?” ucap seorang kasir Cantik yang baru pertama kali dilihat Rael. Rael terpaku dan terdiam karena fokus melihat wajah Kasir itu. “Kak?. Hello?..” Kasir pun mencoba menyadarkan Rael yang sedang bengong menatap ke arahnya. “Ah..aa.. iya tolong rokoknya MarlXYZ nya dua bungkus.” “Baik, totalnya jadi 240ribu ya kak.” “Ah, iya..” “Ini kembaliannya. Terimakasih dan silahkan datang berbelanja lagi ya.” Ucap Kasir dengan semboyannya saat setelah menyelesaikan transaksi dengan customer. Namun belum sempat kasir itu selesai bicara, Rael tiba-tiba sudah pergi dari sana dengan tergesa-gesa. .. “Sial..siaal. Kenapa aku malah terbengong melihat wajahnya? Memalukan sekali. siaall!. Kenapa aku tidak mati saja?” kata Rael dalam hati yang merasa kejadian tadi memalukan baginya. Seolah harga dirinya tercoreng karena bisa sampai terpesona dengan sesuatu.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Pulau Bertatahkan Hasrat

read
640.0K
bc

Life of An (Completed)

read
1.1M
bc

Scandal Para Ipar

read
708.0K
bc

Patah Hati Terindah

read
82.9K
bc

Marriage Aggreement

read
87.0K
bc

JANUARI

read
48.9K
bc

Life of Mi (Completed)

read
1.0M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook