“Abang yakin gak akan marah?” “Hm? Marah kenapa?” Rian mengusap rambut Angel penuh kasih sayang. Lelaki itu bahkan mencium helai rambut Angel yang dimainkan oleh jarinya. “Aku ke Paris.” Angel yang sedang memeluk Rian hanya bisa menatap d**a bidang lelaki itu yang kini sudah tertutup piyama. Tidak seperti sebelumnya yang masih tertutup kemeja kerja. Bahkan itupun yang kemarin. “Kenapa harus marah?” Rian mengecup lembut rambut Angel. “Itu udah dibahas, Sayang. Kenapa harus di omongin lagi, sih?” “Kalau semisal aku masih pengen adain akadnya aja dan gak ganti KTP sampe aku beres di Paris. Abang bakal nurutin permintaan aku?” Rian tidak menjawab. Lelaki itu sibuk mencium rambut Angel yang selalu membuat Rian nyaman menghirup harumnya. Entah shampo apa yang Angel pakai. Karena gadis

