“Dek kenalin ini teman Mas Roy, beliau adalah kak tingkat kamu” sahut Mas Roy sambil menjelaskan identitas temannya kepadaku. Aku hanya tersenyum kepada teman Mas Roy.
“Ok, kalau gitu gue duluan ya Roy, Bang, oh ya jangan lupa Dek, bentar lagi kita bakalan ngumpul ditempat tadi pagi ya Dek” sahut teman Mas Roy mengingatkan ku
“Hmmm, Iya Bang, makasih udah ingatin” sambil tersenyum kepada senior itu.
“Ok deh bro, gue titip Adek gue ya, sahut Bang Arif, sambil merangkul bahu ku
Senior itu pun pergi berlalu meninggalkan kami. Mas Roy dan Bang Arif pun mengantar ku ketempat yang disebutkan oleh temannya Mas Roy tadi.
........................................
Mas Roy janji bakalan menjemputku dan mengantarkan pulang, Mas Roy merupakan anak dari adiknya Mama, dan Mas Roy adalah anak tunggal, itu yang membuat Mas Roy begitu sayang kepadaku, karena Mas Roy dulu pengen banget punya adik cewek, tapi uminya Mas Roy tidak bisa hamil lagi, karena akan membahayakan umi jika umi hamil lagi.
Tawaran Mas Roy, langsung ku respon dengan anggukan sekian perdetik setelah Mas Roy menawarkan hal itu, gak mungkin aku menolak tawaran Mas Roy.
..............................
Ku lihat dari jauh, dipakiran telah ada Mas Roy yang telah menunggu diatas motor honda barunya tipe Honda CBR650F yang baru ia dapat dari Umi. Segera Aku mempercepat langkah kakiku menuju ketempat Mas Roy, kukagetkan Mas Roy dari belakang, dan berhasil membuat Mas Roy kaget, dan mungkin saja membuyarkan lamunannya.
“Ihhh, kamu ini Dek, ngagetin aja sih, ntar kalau jantung Mas copot gi mana?” sambil memegang kepalaku dengan memaksakan wajahnya biar kelihatan imut.
“Ah,, Mas ada-ada aja, ya gak mungkinlah jantung Mas copot cuma di kageti kayak gitu aja, Mas lebay nih,, kayak Bang Arif”
“Ya udah, kalau gitu tuan Putri siap untuk diantar pulang?”
“Siap dong, Apa lagi dengan motor baru” sahutku sambil naik keatas motor, dan membuat Mas Roy ketawa terkekekeh.
Sampai juga akhirnya di rumah, kusalami tangan Mas Roy, yang langsung pulang ketika mengantarkanku pulang, karena udah sore dan gak mungkin untuk Mas Roy mampir.
...........................
Menjadi mahasiswi bukanlah perkara mudah, banyak hal yang harus Aku pelajari, mulai dari mata kuliah yang berbeda tentunya waktu Aku duduk di bangku SMA, berkomunikasi dengan orang – orang baru yang bersal dari berbagai penjuru Indonesia.
Gak berasa telah 6 bulan aku menjjadi anak kuliahan dan bentar lagi bakalaan UAS (Ujian Akhir Semester). Dan,,,,! ah,,, akhirnya aku bakalan libur, bisa pulang ketemu sama Mama dan Papa. Kalau sama Bang Arif sih hampir tiap hari aku ketemu di kampus, Mas Teguh 1 bulan sekali mengunjungiku, sedangkan Mama dan Papa, terakhirku ketemu waktu acara wisuda Bang Arif.
Oh, ya sampai lupa, Bg Arif udah wisuda loh, dan dia udah dapat gelar di belakang namanya M. Arif Saputra, S.T.
Bang Arif lulus dengan IPK 3.90 dan dapat menyelesaikannya kuliahnya 3,5 tahun. Aku berharap semoga saja bisa mengikuti jejak Mas Teguh dan Bang Arif yang dapat menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3,5 tahun dan mendapat beasiswa S2.
Setelah resmi menjadi Sarjana Teknik, akhirnya Bang Arif memutuskan untuk mengambil S2 di Jerman tepatnya di Universitas Rheinisch-Westfaelische Technische Hochschule Aachen atau RTWH Aachen.
Infomarsi yang Aku dapat dari Bang Arif Universitas ini merupakan Universitas terbaik di Jerman dari disipilin ilmu teknik, makanya Bang Arif memutuskan untuk malanjutkan S2 nya di Universitas tersebut..
Keputusan yang membuat keluargaku dilanda baper berjamaah. Di lain sisi Aku dan keluargaku sangat senang, karena Bang Arif akan melanjutkan pendidikannya di Jerman, namun setiap memikirkan Jerman, rasa sedih menghampir. Tentu saja Aku akan terpisah untuk beberpa tahun dari Bang Arif. Ah, bakalan jauh dari Bang Arif membuatkan berpikir gak ada teman untuk berantem dan berdebat lagi, berkurang deh tempatku memanja dan merengek-rengek gak jelas seperti anak kecil.