JANGAN DIBACA JIKA ENGKAU SEORANG PENGECUT (Part 3)

579 Kata
Kupilin-pilin pasta di hadapanku menggunakan garpu. Mengaduk-ngaduknya, kemudian mencoba memakannya. Tiba-tiba aku tersedak, terbatuk-batuk ketika melihat Chloe turun dari tangga bergandengan tangan dengan Daniel, mungkin dari kamar yang lain, dengan mimik muka tanpa ekspresi. "Selamat pagi, Cantik. Apa kabar, Key?" sapa Daniel tanpa beban. "Daniel? Chloe? Ka-kalian?" Aku terperanjat masih tak percaya. "Kenapa? Kaget? Shock? Hehe ... relax, Key. Chloe cuma menemaniku tidur koq, kita cuma teman biasa. Ga lebih dari itu, koq," ucapnya enteng sembari mengecup bibir manis Chloe. Sahabatku sendiri. Brengsek! Dasar laki-laki k*****t! Bangsat kalian! Hujatku dalam hati, seperti jantungku yang sontak bergemuruh. Tak sabar rasanya meluapkan lautan emosiku. Chloe diam saja seperti tak terjadi apa-apa. "Sialan kau, Chloe! Sahabat macam apa, kau?" hardik batinku. "Daniel ... yang sopan donk, kalo ada tamu. Kasian kan, Keysha. Dia pasti lelah dan lapar. Biarkan dia selesaikan dulu sarapannya," ujar Mr. Vincent. "I-iya, Pah," jawab singkat Daniel. Chloe tak sedikitpun menghampiriku. I bahkan tak menoleh ke wajahku. Ia hanya terpekur dan menunduk. "Maaf, Om ... sa-saya ...," Belum selesai ucapanku, tiba-tiba .... "DIAM!" bentak Mr. Vincent sembari menggebuk meja makan dengan kencang. "Jangan sia-siakan kebaikan saya, Key. Makanlah, habiskan dulu sarapanmu." "Sa-sabar, Pah ...," potong Daniel. "Sudah sana, kalian berdua duduk! MAKAN!" hardik Mr. Vincent. Aku, Daniel, dan Chloe pun sarapan bersama di meja itu. Berat rasanya menelan makanan yang tersaji. Aku masih tak mengerti. Di sela sarapan aku nekat berbisik pada Daniel yang duduk persis di sampingku. "Teganya kau, Daniel ? Mengapa kau jual diriku ? Tega-teganya kau tiduri sahabatku sendiri ?!" "Iya. Lantas kenapa? Kamu beruntung masih belum kami bunuh. Bersyukurlah," ucap Daniel sambil mengunyah sandwich. "b******n kau ! Cukup Daniel. Bebaskan aku. Keluarkan aku dari sini. Aku tak ingin melihat wajah kalian lagi!" "Tak semudah itu, Nona manis." "Maksudmu apa?" "Ayahmu juga ada di sini." "What? Dimana ayahku?" "Tenang ... dia aman." "Aman gimana maksudmu?" "Mungkin sedang kedinginan, membeku di dalam freezer." "b*****h! Anjing kau, Daniel!" "CUKUP!" bentak ayah Daniel Aku tertegun. Mendadak gagu. "Bisakah kalian tidak berbincang jika sedang sarapan ?!" Aku hanya mengangguk. Chloe diam membisu. Lagi-lagi Daniel mencumbu bibir Chloe. "Ayo, Sayang. Kita kembali kamar. Bersenang-senang," Bisik Daniel sambil menggandeng lengan Chloe yang jelas terdengar di telingaku yang kian panas. Murka rasanya. "b*****t kalian !" umpatku dalam hati Mereka berdua meninggalkan dining room dan menaiki anak tangga menuju ke salah satu kamar. "Maaf, Om. Jangan lagi Om potong kalimat saya. Tolong katakan dimana ayah saya?" Aku memberanikan diri, memendam kepengecutanku kendati air mataku mulai meleleh membasahi pipi. "Hehe...tenang, Key. Ayahmu baik-baik saja. Atau mungkin dia sudah melanglang buana ke alam baka." "Apa?" "Mana mungkin ayahmu kami sekap tanpa alasan?" "Saya mohon, Om. Jangan sakiti ayah saya. Saya sudah ternoda. Cukup sudah penderitaan saya. Please, Om. Bebaskanlah kami ...." Aku mengiba. "Key ... Key ... kau terlalu naif. Kau pikir setelah kau kabur dan membunuh beberapa kolegaku lantas kau ingin lari dari tanggung jawab begitu saja?" "Justru Om yang harus bertanggung jawab atas semua bisnis kotor, Om!" seruku, naik pitam. Tiba-tiba Mr. Vincent berdiri dan menghampiriku. Sedetik kemudian ia sudah membelakangiku. Baru saja kumenghela nafas, tiba-tiba Mr. Vincent menjambak rambutku, lalu menghempaskan wajahku tepat di piring kristal yang seketika retak, pecah ! Wajahku memar, sedikit luka. Aku menangis sesenggukan. "Hey, p*****r cilik! Lancang kau, yah? Jangan salahkan saya bila kesabaran saya telah habis!" bentak Ayah Daniel. "O-om, Mr. Vincent. Ku-kumohon, le-lepaskan saya," rengekku, tersedu-sedu dengan wajah lebam. #Prang! Gelas kristal itu dipukulkannya ke pelipisku hingga pecah terbelah. "Mati saja kau, s****l!" hardiknya, geram. -BERSAMBUNG-
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN