-*-*-*- Kencan … bisakah semua ini disebut sebagai kencan? Dua manusia yang saling memiliki rasa, pergi bersama untuk menghabiskan waktu berdua. Mungkin lebih tepatnya, ‘pernah memiliki rasa’ khususnya untuk Gianna. Semua rasa yang ada pada hati Rafael tidak pernah menghilang. Sudah banyak tempat yang didatangi oleh Gianna dan Rafael dan hampir semuanya adalah tempat yang pernah mereka datangi semasa mereka masih duduk di bangku pelajar. Senyuman pun tak pernah lepas dari wajah keduanya. “Bruk!” “Ah, maaf,” Rafael tak sengaja menabrak bahu laki-laki yang berpapasan dengannya. “It’s okay. Gua ngga papa,” ia tersenyum dan melambaikan tangannya beberapakali. Beruntung laki-laki itu tidak mempermasalahkannya. Gianna yang bersebelahan dengan Rafael otomatis ikut meminta maaf. Sepertinya

