-*-*-*- Lihatah, Gianna bahkan sudah tidak lagi menyebut ‘Pony’ sesering dulu. Memang semuanya sudah berubah. Sunyi lagi-lagi mengambil alih keduanya, hingga sebuah dorongan tiba-tiba merasuki Rafael. Wajahnya perlahan tanpa ia sadari mencoba untuk maju. Berusaha untuk menggapai Gianna. Semua itu terjadi begitu perlahan, nafas mereka saling bertabrakan dan Gianna terdiam sejenak. Namun sepertinya kesadaran Gianna masih utuh, ia langsung memundurkan wajahnya tepat saat kedua bibir itu hampir bersentuhan. “Sorry Raf … aku ngga bisa,” ucapnya sembari melipat kedua bibirnya kedalam dan wajahnya spontan melihat keluar bermaksud membuang mukanya. Rafael terdiam, tetapi detik berikutnya ia tertawa miris dan kembali duduk bersandar kebelakang. “Aku yang harusnya minta maaf, Ji. Bisa-bisanya

