-*-*-*- “Nanti ke rumahku mau?” Kenan dengan ransel tergantung di tangan kirinya bertanya pada Gianna. Mereka baru saja keluar dari perpustakaan dan berniat berpisah karena harus menjalankan kegiatan masing-masing. “Jam berapa?” Gianna balas bertanya karena ia tau Kenan akan sedikit sibuk siang ini. Kenan sendiri yang memberitahunya. “Kapanpun aku sama kamu selesai, nanti langsung aja. Temenin aku nugas di rumah,” “Temenin atau minta bantuan aku nih?” sindir Gianna. Bukan tidak mau, ia hanya meledek Kenan karena beberapa kali sebelumnya Kenan pasti meminta bantuannya. “Temenin ajaa, soalnya di rumah nanti bakal cuma ada bibi, yang lain pada sibuk, pasti sepi,” tutur Kenan jujur. Sepertinya selain minta ditemani, Kenan ingin bisa bicara berdua dengan Gianna dengan leluasa. “Alasan,

