-*-*-*- Tidak ada suara yang keluar semenjak mereka duduk di ruangan itu selain suara kertas yang di balik satu demi satu, suara nafas yang bisa terdengar walaupun begitu tipis, juga suara helaan dan hembusan nafas yang kadang terdengar kasar. Gianna dan Kenan sama-sama sedang mengerjakan tugas masing-masing di ruangan tengah di lantai dua seperti biasanya, duduk di lantai dan bersandar pada sofa. Mereka sudah seperti itu selama kurang lebih setengah jam dan mereka terlihat sama fokusnya dengan lembaran masing-masing. Namun tak lama kemudian, Kenan mempaskan tubuhnya kebelakang. Sepertinya ia mulai sedikit pusing akibat terus-terusan menatap tulisan. Ia kemudian menoleh pada Gianna. “Aku ambil minum dulu ya, kamu mau apa?” Gianna masih terlihat fokus pada essainya dan menjawab tanpa m

