-*-*-*- Setelah beberapa saat saling bertatapan. Mereka langsung bangun dan duduk. “Gue masuk ya!” serunya kemudian langsung masuk. “Iya!” Kenan balas berseru. Sementara Gianna berusaha mencari kegiatan lain dengan megambil ponsel Kenan di meja dan membuka asal-asalan, tak tau apa yang dicarinya, sedangkan Kenan dengan idenya yang tiba-tiba muncul dengan cemerlangnya langsung duduk di belakang Gianna dan mencoba membuat kepang. “Ini hp Jian tadi di ruang tengah ngga sekalian lo bawain,” Tiana menghampiri Kenan dan Gianna dengan menyodorkan ponsel milik Gianna. Sepertinya Tiana baru pulang. Atau sudah sejak tadi, saat Gianna tidur? Gianna menoleh. “Oh, makasih Ana,” ia kemudian menerima ponselnya. “Sorry gue tadi lupa,” celetuk Kenan dari belakang mengintip. Tiana menatap kedua pas

