Suasana ruang tamu milik laki-laki tampan yang wajahnya terpahat begitu sempurna bak Dewa itu sangat tegang, ruang itu ada AC yang terus menyala di angka enam belas derajat Celsius tetapi akibat aura dua orang laki-laki yang berhadapan menatap sama tajam serta aura hitam yang menyelimuti membuat sekitar terasa panas. Syana sedari tadi hanya diam menunduk, ia sangat takut untuk menatap kakaknya saat ini. Baru kali ini gadis itu melihat kemarahan kakaknya yang begitu menyeramkan. Gadis itu masih di liputi rasa penasaran dengan apa yang baru saja terjadi. Dengan segala tekad gadis itu mengumpulkan nyali untuk membuka suara bertanya pada Aldi. “Kak Al bukankah Kak Bara itu teman Kakak ya?” tanya Syana dengan kepala yang masih menunduk. “...” Diam tidak ada jawaban sepatah kata pun dari

