CHAPTER 18

1498 Kata
"HARRY!" Teriak ku membuatnya menoleh. Oh tentu saja, Harry Si keriting menyebal kan. Menyadari tangannya sudah tidak mengetuk pintu melainkan malah mengetuk jidat ku, dia malah meneruskannya. Wah ini sih dia memang sengaja melakukan ini padahal dia sudah tau bahwa aku sudah membukakan pintu untuknya.. Dia tercengir dan terlihat sekali dia sengaja melakukannya. Tapi ini sudah tidak mengherankan lagi sih. Dia memang suka sekali seperti ini. "Harry! Apaan sih kamu ih!" Aku berusaha menghentikan nya namun dia malah sengaja dan tercengir sambil terus mengetuk-ketuk bagian jidatku. Argh. Memangnya dia kira wajah ku ini pintu? Atau memang dia sengaja melakukan ini? Dasar keriting. "Ih kamu!" Seru ku lagi kali ini sambil mengenyah kan tangan nya dari wajah ku. Enak saja huh. Begini begini juga ini wajah ku dan Harry tidak boleh mengetuk nya : P Memang nya aku pintu di ketuk - ketuk? Kalau wajahku cidera memangnya Harry mau tanggung jawab? hahaha oops aku sangat berlebihan sekali. Tapi serius ini sangat menyebalkan ketika Harry terus saja mengetuk-ngetuk wajahku seperti aku ini sebuah pintu. "Knock knock!" Ucap nya lagi dengan antusias dan cengiran nya yang makin lebar menunjuk kan kedua lesung pipi nya. Salah satu yang ku suka dari Harry adalah… lesung pipi nya . Oh dan juga mata hijau nya :') Aku ingin sekali mempunyai lesung pipi karena katanya lesung pipi itu adalah sebuah keunikan yang hanya beberapa persen orang saja yang punya. Sebelum aku deskripsikan, Harry adalah keturunan Indonesia - Inggris. Yang mana gen bule lebih kental dari pada indonesia. Dia memiliki mata hijau yang sangat indah. Aku iri sekali pada matanya yang cantik itu. Dan lesung pipi nya juga sangat mengagumkan. Perawakan nya juga tinggi dengan kulit putih bersih. Wajahnya memiliki freckless khas orang luar negeri sana. Dan rambut keriting nya yang ia biarkan memanjang sampai sebahu itu berwarna hitam kecokelatan. Bila ia di bawah terik sinar matahari, rambut hitam kecoklatannya berubah menjadi warna cokelat ke merahan. Bisa dibayangkan betapa bagusnya rambut Harry. Aku tersenyum jahil mengerti apa maksud dia mengucap kan kata itu . Harry dan aku sering sekali bermain permainan knock knock. Dan itu membuatku langsung mengerti apa yang dia maksud. Aku melipat kedua tangan ku , sengaja tidak meresponnya. "Hei... Knock knock." Ucap ny alagi membuat ku tertawa karena dia merasa kesal dan itu adalah balas dendam kecilku karena dia sudah membuatku kesal juga. Harry terdiam dan menghentikan ketukannya di wajahku. Dia mengerti dan aku pun tercengir lebar. Excited sekaligus senang karena bisa bertemu Harry dan bermain knock knock lagi setelah sekian lama kami tidak bertemu dan bermain knock knock jokes. Harry selalu memiliki stock untuk knock knock jokes dan aku tidak sabar mendengar apa yang akan dia katakan kali ini. Oh ya, apakah kalian pernah dengar soal knock knock jokes ini? Kalau belum pernah, biar ku jelas kan. Jadi, Knock knock jokes ini adalah permainan semacam tebak - tebak kan yang populer di Amerika Serikat, Inggris (United Kingdom), Prancis, Australia, Kanada, dll. Pokok nya negara bagian barat. Kalau di Indonesia sih tidak ada, tapi karena sekarang perubahan sangat dinamis dan arus global yang sangat pesat juga teknologi yang juga pesat, membuat informasi permainan ini menyebar lebih luas dan sudah dikenal untuk sebagian orang Indonesia. Oke kita kembali ke penjelasan knock knock jokes. Knock knock sendiri merupakan bunyi ketika kita mengetuk pintu, yang dalam Bahasa Indonesia kita menyebutnya dengan 'tok tok', seperti mengetuk pintu, seperti yang Harry lakukan tadi. Lalu kenapa disebut knock knock joke? Well itu karena ketika kita memulai joke ini, kita akan mengatakan 'knock knock' dan kemudian akan dibalas oleh lawan bicara kita dengan 'who's there?'. Setelah itu kemudian kita memulai joke nya :) 'Who's there' berarti 'siapa di sana?' atau 'siapa?', persis sama ketika ada orang yang mengetuk pintu rumah kita kemudian kita menyahut 'siapa?'. Kurang lebih seperti itu lah. he he he. Contoh knock knock joke kurang lebih seperti ini: A: Knock knock. B: Who's there? A: Albert. B: Albert who? A: Albert you don't know who is this "Knock knock." Ucap Harry lagi kali ini dengan mengharap respon dari ku . Dia menatap ku seperti orang yang akan marah bila sekali lagi saja aku tidak merespon jokes dari nya. Aku pun tertawa sebelum merespon. "Oh, who's there ?" Aku menjawab nya dengan nada yang tidak kalah antusias . Harry ter kekeh dan merapihkan kerah kaus warna putih nya itu. "Amy." Jawab Harry. Hmmm aku tau kelanjutan nya. Tapi aku tetap bermain pada aturan jokes ini dengna bertanya kembali. "Amy who?" Tanya ku. "AMYS YOU!" Seru Harry dengan sangat girang dan aku pun merespon nya kembali dengan girang. "AMYS YOU TOO!" Seru ku tidak kalah girang. Harry lalu memeluk ku dan aku tidak tinggal diam . Aku membalas pelukan nya dengan sangat erat. Entah sudah berapa lama kita tidak bertemu dan aku sangat merindukan pria keriting ini yang jangkung ini. Seperti nya dia sengaja tdiak memberitahu apa - apa pada ku dan pada kak Jo kalau dia akan ke sini karena dia ingin memberikan suprise. Tapi hei ! Bukan kah dia sudah pindah ke Amerika bulan lalu ? Kenapa dia disini ? Ini baru sebulan dan dia kembali lagi ke Australia ? Oh… Apa dia di depak dari sana ? Ha ha Amerika saja tidak mau menampung manusia semacam dia :p "Wow lihat siapa yang datang." Kak Jo dengan hanya mengenak kan boxer dan handuk yang melingkar di leher nya datang menyapa Harry . kawan seperjuangan nya . "Hai pirang." Sapa Harry . Kak Jo tidak mengomentari apa pun soal dia di sebut pirang. Dia menerima-menerima saja walaupun terkadang Harry mengejeknya. Kak jo adalah orang yang jarang sekali membalas atau lebih tepatnya dia sangat pasrah. Tapi bila kak Jo sudah angkat bicara untuk mengejek, dia pasti akan terus-terusan sampai orang yang dia ejek bilang hentikan. Aku juga sering menemui Kak Jo becanda pada Praja dan ketika Praja sudah kalah, aku harus mengingatkannya untuk berhenti. Kembali pada Kak Jo dan Harry, Mereka berpelukan ala pria dan mengucapkan kalimat yang tidak aku mengerti. Hanya mereka dan tuhan yang tau. Lagi pula aku juga tidak mau tau. Paling-paling mereka membahas hal yang tidak penting untuk kehidupanku. Jadi tidak ada gunanya juga aku bertanya apa yang sedang mereka bicarakan. Lebih baik aku diam dan mengurusi urusanku sendiri. "Duduklah sana, keriting. Aku ke kamar ku dulu untuk mengambil kaus. Anggap saja ini rumah ku." Ucap kak Jo yang langsung membuat Harry mengernyit. Iya lah ini rumah Kak Jo. Sejak kapan rumah ini menjadi panti jompo? "Ini memang rumahmu, Jonathan Mahardika!" Ucap Harry memprotes ucapan kak Jo tadi. Sedangkan Kak Jonathan yang mendengar itu hanya tertawa sambil berjalan menuju tangga. Kamar kak Jonathan memang berada di lantai dua, sama sepertiku dan kamar kami pun berhadapan. kak Jonathan yang meminta sendiri kamarnya berhadapan dengan ku saat rumah ini di bangun, dia bilang jika aku sudah besar dan mempunyai kekasih, dia bisa mengontrolku. Posesif sekali, bukan? Well lagi pula sebetulnya kamar ku yang sekarang adalah kamar kak Jo dulu. Seperti yang aku beritahu dari awal. Aku memang merampas kamar kak Jo karena ada kamar mandinya di dalam. Hehehe.. Sudahlah, kita bahas yang lain saja. Bosan aku membahas kak Jo terus. Nah sekarang mari kita wawancarai tamu kita. “Hai Harry." Sapaku saat baru saja bokongku mendarat di sofa, aku duduk di sebelahnya. “Aku kira kau pindah.” Lanjutku memulai wawancara nonformal ini. Mendengar ucapanku, Harry menggelengkan kepalanya. “Tidak. Aku tidak betah. Di sana sangat buruk. Aku tidak menyukainya. AKu lebih suka di sini dan oleh karena itu aku memilih tinggal disini saja sedangkan mereka tinggal disana." Jawab Harry dengan detail. Sebentar… Mereka? Siapa yang Harry maksud dengan mereka? “Mereka?” Tanyaku karena bingung siapa yang Harry maksud. “Keluargaku.” Jawab Harry dengan singkat. Oh oke, aku mengerti dan aku pun mengangguk-anggukan kepalaku mengerti. Tapi tunggu lagi sebentar. Aku agak aneh bila Harry tidak betah di sana. Bukankah Harry lahir di negara itu? Tapi kenapa Harry tidak betah? Maksudku…Biasanya kita betah pada tanah air sendiri kan? "Bukankah rumahmu sudah di jual?" "Yeah. Kemungkinan aku akan tinggal di apartemen ayahku." "Oh… " Kami berdua berbincang selagi Jonathan masih di atas. Hei ngomong-ngomong kenapa Jonathan lama sekali? Oh itu dia. Jonathan memakai skinny jeans dan kaus polos berwarna hitam yang di lapisi kemeja berwarna merah. Mau kemana dia serapih ini? "Kau mau kemana?" Tanyaku. "PARTY!!! yeaaahhh Ha ha ha ." Seru kak Jo dengan sangat antusias . WHAT? Party ? Dia pikir dia bisa keluar hah ? Tidak tidak tidak . Dia tetap di rumah dan "No! You're not going anywhere." Aku tidak mengijinkannya dan Jonathan dengan cepat memasang ekspresi lesu. Aku tidak akan mengijinkan Jonathan ke party apapun. Aku hanya takut teman prianya mengajaknya 'minum' dan Jonathan pulang dengan keadaan mabuk. Jonathan memberiku wajah anjing manisnya seakan minta dikasihani. "Tidak Jonathan. Kau tidak akan pergi kemana-mana." Aku memperjelas ucapanku dan berdiri melipat kedua tanganku di depan d**a. "Ayolah... Ini bukan pesta seperti yang kau pikir kan. Ini pesta ulang tahun Barbara dan aku harus datang . " Ulang tahun barbara ? Barbara? AH ASYIK!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN