Saat kak Jo bertanya kenapa aku tidak bisa tidur. Ya aku jawab saja dengan jujur.
"Mungkin karena kopi." Jawab ku mengingat aku sempat meminum kopi tadi siang.
"Hmmm sudah tau kau susah tidur bila minum kafein." Ucap Kak Jo. "Lalu bagimana? Kau mau aku nyanyi kan?" Tawar nya dan tanpa berpikir lama, aku mengangguk. Selama ini jika aku tidak bisa tidur, Praja lah yang menyanyikanku satu atau dua lagu sampai aku tertidur. Alasan kenapa Jonathan jarang sekali melakukan itu karena pertama, dia tidak suka bernyanyi dan dia bilang suaranya jelek. Kedua, dia bilang aku hanya akan tambah tidak bisa tidur karena suaranya. Haha. Dan terakhir, dia terlalu malu untuk menyanyi bahkan di depanku. Di depan adik kandungnya.
Tapi saat ini dia menawarkannya pada ku dan aku tidak akan pernah mau melewatkan kesempatan ini yang tidak akan terjadi dua kali.
"Tentu saja aku mau!" Ucap ku dengan sangat antusias dan dengan begitu kak Jo pun tertawa geli melihat adiknya ini antusias. " Kapan lagi coba kau mau bernyanyi di depan ku. Apalagi bernyanyi sebelum aku tidur." Lanjut ku membuat Kak Jo tercengir malu.
Tapi bila dilihat dari kebiasaan kak Jo, jika di pikir-pikir, bagaimana seorang Jonathan Mahardika mempunyai rasa malu ? Ku pikir dia selalu percaya diri, mengingat dia adalah orang yang paling memuja diri nya sendiri. Menurutku. Haha. Tapi kak Jo memuja diri sendiri bila sedang becanda sih.
Nah satu lagi yang aku pelajari dari tingkah manusia; kamu bisa bersikap seolah - olah kamu percaya diri, tapi padahal kamu itu tidak percaya diri.
Ha ha ha. Sampai sini apakah kalian mengerti maksud ku?
"Sebentar, aku ambil gitar dulu ya. " Ucap kak Jo.
Lihat? Kalau kak Jo memang tidak suka bernyanyi (mengingat hampir tidak pernah dia bernyanyi di depan ku) Bagaimana bisa dia memiliki gitar?
Maksud ku, memang orang yang pandai memainkan gitar tidak semua nya pandai bernyanyi. Tapi setidaknya mereka sudah tau nada-nada yang pas dan dia tau dimana dia harus menyesuaikan nada suaranya dengan nada atau chord gitarnya. Apakah logika ku benar?
Atau ini hanya logika tanpa dasar yang mendarat di otak ku dan aku sebutkan juga tanpa ilmu yang cukup? Entahlah.
Intinya walaupun kak Jo hampir tidak pernah bernyanyi di depan ku dan seingat ku juga tidak pernah bernyanyi di kamar mandi (whoopsie aku tidak tau sih kalo soal yang ini, mungkin saja aku yang tidak sadar), kak Jo memiliki kemampuan bermain gitar.
Kita lihat kemampuan bernyanyi nya ya.
Oh, aku ingat. Kak Jo pernah bersenandung saat sedang masak. Tapi aku tidak merespon apapun karena aku tidak menyadari nya dan aku pikir hal itu hal yang biasa .
Lalu tidak lama kemudian dan tanpa membuat ku menunggu lama, Kak Jo pun datang dengan gitarnya.
"Aku tidak tau kau memiliki gitar kak?" Tanya ku.
"Ya, ini gitar milik temanku. Aku meminjamnya untuk acara kampus." Jawab kak Jo.
"Acara kampus? Acara apa?" Tanyaku.
"Penggalangan dana. Aku mengisi acara." Jawabnya lagi.
"AKU HARUS DATANG DAN LIHAT KAU PERFORM!" Seruku.
"Oke oke." Jawab kak Jo dengan santai seolah itu bukan hal yang biasa.
"Aku sebal padamu!" Seruku.
"Kenapa? Kenapa sebal? Kan aku memperboleh kan mu untuk datang dan menontonku. Aku tidak melarang mu loh." Protes kak Jo.
"Iya terima kasih untuk hal itu. Tapi aku sebal bukan karena itu. Aku sebal karena aku sebagai adikmu satu - satu nya tidak tau soal hal ini." Ucap ku.
"Tapi sekarang kau sudah tau dan aku perboleh kan untuk datang memberikan aku semangat. " Ucap kak Jo membuatku tidak jadi sebal. Lalu aku tersenyum dan mengangguk beberapa kali dengan cepat saking antusiasnya.
Kalau begitu aku harus mengajak Praja, Irwin, Edgar, dan Michael agar kak Jo lebih semangat. Kalau perlu aku printkan banner sebagai bentuk antusias.
Tapi tidak. tidak. tidak. itu berlebihan dan Kak Jo pasti tidak suka dan malu. Jadi sebaiknya tidak usah. Ide print banner bukan ide yang bagus.
"Kau mempunyai usul untuk lagu yang akan ku nyanyikan?" Tanya kak Jo kemudian setelah dia mencoba memetik senar gitar untuk mengetes nada gitar tersebut.
Ku tepelkan jari telunjukku tepat di daguku. Aku memikirkan lagu untuk Jonathan nyanyikan.
AHA!
"Bagaimana kalau salah satu lagu dari Hot Chelle Rae?" Usul ku.
Kak Jo terlihat terdiam sebentar untuk memikirkan lagu mana yang sebaiknya dia tanyakan.
"Bagaimana dengan Tonight Tonight?" Tanya kak Jo menawarkan lagu tersebut padaku dan tanpa tunggu lama aku pun mengangguk sebagai bentuk setuju.
"YAS!" Seru ku dengan sangat yakin .
Jonathan mengangguk dan mulai menempatkan jari-jari kirinya ke grip demi grip dan jari-jari kanannya bermain dengan senar.
Wow. Lihat. Kak Jo sangat mahir memainkan gitar ini.
"It's been a really really messed up week
Seven days of torture, seven days of bitter
We're going at it tonight tonight, there's a party on the rooftop top of the world."
Aku tau lagu ini bukan lagu yang pas untuk mengantar tidur . Tapi lagu ini berhasil Kak Jonathan bawa kan dengan sangat baik versi akustik milik nya. Apa lagi suara nya yang khas menambah kesan sempurna lagu ini .
Tidak terasa lagu pun berakhir namun aku masih belum juga mengantuk.
"Bagaimana bila satu lagu lagi?" Pinta ku.
"Satu lagu lagi?" Tanya kak Jo,
"Iya." Jawab ku.
"Bagaimana yaa?" Dia terlihat menimbang- nimbang apakah dia mau menyanyikan satu lagu lagi atau tidak. Dan aku memasang puppy eyes ku untuk memohon pada nya.
"Ayo lah. Satu lagu lagi. Anggap saja ini sebagai latihan untuk mu kak." Ucap ku.
Kak Jo pun mengangguk. "Baik lah bak lah. Sekarang aku harus menyanyikan lagu apa?" Tanya kak Jo dan aku pun memiliki satu lagu yang bisa kak Jo nyanyikan.
"Don't Say Goodnight." Pintaku dan kak Jo pun setuju.
Kak Jo mulai memainkan gitarnya lagi dan pada intro, kak Jo bernyanyi.
"Come on, don't say goodnight with the stars in the skyLet's wait 'til tomorrow paints the sun across the night
I see love in your eyes And if you see it in mine
Let's wait 'til tomorrow Don't say good, say good
Please, don't say goodnight .
Check cashed and I'm ready for the weekendBlow it all, making memories with my friends
Two girls on my lap, super packed in
(It's alright, it's alright)
Plug the iPod in, put on ASAP
Hella loud, tryna rap, "You can't rap!"
In her work uniform, but she's still bad
(It's alright, it's alright)."
Aku sebagai adik yang sportif dengan inisiatif yang tinggi pun siap memasang badan untuk menjadi backing vocal. Kak Jo tersenyum dan masih melanjutkan penampilan eksklusifnya di depan ku.
"Take a deep breath and don't be shy Don't you worry about tomorrow
Because tomorrow ain't tonight just Kick back, let the universe alignCome on, don't say goodnight With the stars in the sky . . . Let's wait 'til tomorrow paints the sun across the night I see love in your eyes
And if you see it in mine Let's wait 'til tomorrow
Don't say good, say good Please, don't say goodnight."
Seiring bait demi bait , mata ku mengantuk dan mata ku ter tutup .
Sudah tidak ter dengar lagi suara gitar dan suara Kak Jonathan . Mungkin dia sudah berhenti karena melihat ku sudah tertidur.
"Good night Elena."
Aku merasa kan Jonathan men cium kening ku namun mata ku terlalu berat untuk ku buka . Aku hanya mengembang kan senyuman ku lalu dengan hitungan detik aku sudah berada di alam mimpi . Benar - benar di alam mimpi .
* * *
Knock... knock...
"ELENAAAA BUKA KAN PINTU NYA!" Teriak Jonathan dari kamar mandi dan biar ku tebak.. Dia pasti sedang gosok gigi. Haha terdengar dari suaranya yang tidak begitu jelas mengucapkan kalimat perintah itu.
Aku yang sedang belajar pun harus menghentikan kegiatanku. Aku tanpa rasa keberatan berdiri dari dudukku dan merapihkan kunciran rambutku yang sebelumnya berantakan karena pusing dengan bahasa jepang.
Oh aku benci pelajaran ini!
Kalau saja besok tidak ada ulangan harian bahasa jepang, aku tidak mau belajar.
Knock.. Knock.. Knock.. Knock..
"ELENA!"
"YA, YA.. KU BUKA." Teriak ku seraya membuka pintu kamar ku . Aku mem percepat jalan ku saat menuruni tangga dan langsung ber lari kecil menuju pintu utama rumah kami . Tangan ku yang sudah menggenggam knop pintu pun langsung membuka nya tanpa pikir panjang .
Knock.. Kno-
Dia berdiri di hadapan ku dengan tangan nya yang mengetuk - ketuk jidat ku . Hei dia kira aku pintu ?
Dia masih mengetuk - ngetuk kan tangan nya ke wajah ku dengan sengaja .