kepulangan Oleander Maxwell

750 Kata
Setelah lama mengenyang pendidikan di Harvard University,kini Lean pun akhirnya telah menyelesaikannya dengan nilai terbaik. Universitas Harvard adalah universitas swasta di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat dan anggota Ivy League. Universitas ini merupakan salah satu universitas terbaik dunia. Kamu bisa memilih salah satu dari empat program kuliah yang tersedia di Harvard Business School, antara lain Master of Business Administration (MBA), Executive Education, Harvard Business School Online, dan juga program doktoral. Program Master of Business Administration di Harvard Business School rupanya menjadi program kuliah yang sudah cukup banyak diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara di dunia. Di Universitas ini Lean mengambil jurusan Master Of business administration,karena bidang inilah yang di sukai olehnya.Ia juga akan bisa menggunakan keahliannya nanti jika menggantikan sang Ayah menjadi CEO di kantor milik keluarganya. Siang ini tampak Lean telah menginjakkan kakinya di bandara Soekarno-hatta di kota kelahirannya,Ia tampak gagah dengan celana jins birunya memakai kaos putih dengan mantel panjang berbahan kulit menambah kesan tegasnya,tak lupa kaca mata hitam yang bertengker di atas hidung mancungnya,yang membuat aura ketampanannya bertambah. Ia menarik koper berjalan ke arah luar di mana keluarganya telah menunggunya,sepanjang jalan yang ia lalui banyak sekali yang menatap kagum akan ketampannannya.Tapi Lean tetaplah cuek dan terlihat dingin pada semua orang yang memperhatikannya. Di depan Lean kini tampak Sang Mami yaitu Debora,di sampingnya juga telihat Martino sang papi yang tampak terlihat sumringah melihat putranya telah sampai. tak ketinggalan sang adik yang langsung saja memeluk Lean dengan manjanya. Mereka tampak sekali seperti keluarga bahagia,namun di hati Lean nampak ada yang kurang.entah perasaan seperti apa yang ia miliki kepada adik keduanya Violetta,Lean merasa sangat merindukan sang adik dari ibu tirinya itu. di bandingkan dengan Lava,Lean justru merasakan biasa aja beda dengan perasaannya ke Vio dia sangat rindu sekali dan rasanya ingin menemuinya sekarang juga. tapi itu tidak akan mungkin,karena pasti ada aturan ketat yang harus ia laksanakan agar adik tirinya bisa tetap hidup dengan baik. Lean juga harus melakukan pengorbanan seperti yang Martin lakukan,agar Vio tetap baik-baik saja di sana,tapi yang membedakan mereka hanyalah Lean yang selalu mengkhawatirkan Vio hingga ia terus saja memperhatikan kegiatan Vio dan juga selalu peduli akan pendidikan sang adik tirinya itu. Lean juga tau kalo kini Vio sudah memiliki klinik,sebenarnya ia ingin sekali mendatangi sang adik tetapi ia urungkan untuk kebaikan semuanya. Lean dan Vio hanya sekali bertatap muka langsung,itupun Pas Vio masih bayi.20 tahun berlalu mereka sama sekali tak pernah saling bertemu,Vio juga sama sekali tak pernah melihat wajah Lean itu seperti apa.beda dengan Lean yang tentunya sudah tahu wajah cantik adiknya dari kiriman foto Shelly. Setelah saling berpelukan dan sempat mengobrol sebentar menghilangkan rasa rindu,akhirnya mereka memutuskan meninggalkan area bandara untuk menuju restoran terdekat untuk makan siang. Sampai di restoran tampak Lava yang masih saja selalu bersikap manja terhadap Lean..ia selalu menggelayuti tangan sang kakak,bahkan sampai ia telah duduk di meja makan itu. Lean semakin merasa tak nyaman dengan sikap Lava,Lean memang laki-laki yang dingin tak tersentuh bahkan dengan orang tua ataupun Lava sang adik. "Lava...lepasin kakak donk,kakak kan mau makan dulu." pinta Lean "Ihh kakak,Lava kan kangen..." jawab Lava "Tapi kan ini kakak mau makan dulu Va...kakak jadi ngga bisa makan kalau kamu pegangin terus.Lagian kamu itu sudah besar,jadilah dewasa sedikit jangan seperti anak kecil." Ucap Lean yang merasa kesal "Iya sayang,biar kakak kamu bisa makan makanya lepasin dulu.nantikan bisa dilanjut kangennya di rumah." pinta Maminya "Iya...Iya..." jawab Lava sambil melepaskan cekalan tangan kakaknya Martin yang melihat interaksi kedua anaknya itupun merasa cukup senang,tetapi ia juga semakin teringat anak ketiganya yang selalu jauh darinya.entah bagaiman Sang anak melewati harinya tanpa kehadiran kedua orang tuanya di sisiinya.Kalo Lava saja selalu bersikap seperti ini,bagaimana dengan Vio. Martin melamun sejenak memikirkan nasib Violetta anak ketiganya itu. Setelah semuanya menyelesaikan makannya,mereka akhirnya memutuskan untuk langsung kembali ke rumah mereka. "Selamat datang kembali Tuan muda..." sapa para pekerja yang berjejeran di pintu menyambut kepulangan sang tuan muda. Lean yang mendapat sambutan hanya mengangguk cuek dan berjalan meninggalkan mereka kemudian berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai atas. 6 tahun memutuskan untuk meninggalkan kota kelahirannya untuk menempuh pendidikan di AS,Lean kini akhirnya kembali menempati kamarnya yang ia tempati dari ia kecil. Lean kemudian memutuskan ke kamar mandi untuk membersihkan diri,ia merasa gerah dan juga lelah. Setelah Lean menyelesaikan ritualnya di kamar mandi,Lean kemudian mengistirahatkan badannya di kasur,sambil memikirkan bagaimana ia bisa bertemu dengan adik tirinya dan membawa ia kembali ke rumah ini. Ia harus bisa meyakinkan Orangtuanya agar bisa menerima Vio dengan baik. Semakin lama berfikir,kini Lean justru menjadi tertidur karena merasa lelah dan tak bisa menahan kantuknya lagi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN