Sebulan Sudan berlalu...kini Vio Sudah menduduki ruangan pribadinya.Dimana iya adalah pemilik klinik dan juga dokter di tempatnya sendiri.
Baru buka kliniknya tapi telah banyak pengunjung yang Ingin periksa kesehatan mereka,Dari mulai Anak-Anak sampai tua,Vio tak pernah membatasi umur.
Di depan klinik juga terdapat Spanduk Papan besar bertuliskan Dr.Violetta Zahira Tampa em el-embel keluarganya ataupun embel-embel gelar dokternya,padahal Kali d tulis mungkin juga ngga bakalan muat sepanduk nya.
Niat Vio hanya untuk membantu orang,bukan untuk menyombongkan Dirinya.
Di sepanduk itu juga bertuliskan jika bisa membayar secara sika rela.
Setelah pemeriksaan berakhir,Karena waktu juba Sudan menunjukkan wanktu siang hari,kini Vio mengistirahatkan badannya sejenak,sambil menyantap makan siang yang di bawakan Merry tadi pagi.
Di kliniknya ini,Vio memperkerjakan asisten pribadinya yaitu suster Erna..dan 6 per a wat,3 laki-laki dan juga 3 perempuan.
Setelah menyelesaikan makan siangnya,kini Vio memulai memeriksa pasien yang datang ke kliniknya itu.Vio memang tampak berwajah dingin tampak tak tersentuh,jangan silahkan ia karena inilah sifat yang ia dapatkan Karena perbuatan keluarganya sendiri.
Namun kini lambat laun Vio lebih terlihat menghangat di hadapan orang-orang,ya itu Karena mungkin Vio sudah belajar mengikhlaskannya.
Slang ini di sebuah restoran mewah,terdapat sepasang laki-laki yang sedang membahas gal serius,selain membicarakan bisnis keduanya juga membahas masalah Anak-Anak mereka.
Mereka berencana menjalin kerja sama sekaligus menjodohkan Anak-anak mereka.
kedua laki-laki paruh baya tersebut adalah Tuan Maxwell dan Tuan Xavier,mereka Sana-sama pengusaha yang sangat sukses,banyak bisnis yang mereka geluti..itulah kenapa mereka I ng in menjodohkan anak mereka,salah satunya adalah untuk memperbesar bisnis yang mereka miliki.
Mereka mengobrol cukup lama,tapi keputusannya mereka akan mempertemukan Anak-Anak mereka setelah kakak dari Lava yaitu Lean Sudan kembali ke Indonesia,setelah Lean menyelesaikan studinya Kali ini.
Pembahasan mereka kini di akhiri dengan keputusan yang baik menurut keduanya,mereka tidak peduli apakah Anak mereka setuju atau tidal,intinya mereka harus meburuti keinginan orang Tuanya.
Sore harinya matahari masih terlihat terik sekali,kini Vio swdang mengendarai Mobilnya menuju me rumah.Vio sangat merasa lelah,tetapi ia juga merasa senang Karena kini ia Sudah bisa membantu banyan orang yang membutuhkan bantuannya.
Tak lama mengendarai mobilnya,kini Vio telah sampai di kediamannya.Di depan ia telah di sambut oleh Shelly dan juga para pelayannya,Vio sebenarnya sudah berulang kali berkata bahwa ia tak perlu di sambut,toh ia bisa sendiri tetapi semua pekerjanya menolak.
walaupun Vio menganggap bahwa dirinya bukanlah tuan putri yang mereka katakan selama ini,tetapi semua pekerjanya tetap menganggap ia adalah tuan putri bagi mereka.
Setelah membersihkan diri dan juga makan malam,kini Vio kembali ke kamarnya...Ia sempatkan untuk membaca buku dan juga mempelajari apa yang ia dapatkan dari bacaannya itu.
Buku yang ia baca tentunya adalah buku jurnal tentang medis yang ia sukai selama ini,Vio memang paling hobi membaca..itulah kenapa ia juga memiliki banyak koleksi buku di rumahnya itu.
Karena waktu sudah larut malam,akhirnya Vio kini tertidur di kasur yang telah menemani malam-malamnya itu.
Vio ingin ia istirahat cukup,agar besok tenaganya pulih karena ia harus selalu sehat agar terus bisa membantu orang yang membutuhkan.
Vio sangat yakin,dengan ketulusan dan keikhlasan semuanya akan menjadi hal yang paling baik untuk masa depan.