Satu jam setelah kepergian Ayara dan Satria. Tiba-tiba ada mobil yg memasuki halaman rumah Ayara. Orang tua Ayara mengira jika Ayara dan Satria kembali pulang karena ada sesuatu yg tertinggal. Tapi kemudian mereka berpikir logika, masa udah satu jam baru sadar kalo ada yg tertinggal dan baru balik lagi.
Kemudian Papah Mamah Ayara pun sedikit terkejut setelah tau siapa yg datang. Yaa itu adalah Evan. Mereka terkejut Evan datang, karena mereka mengingat kejadian semalam. Dan Papah Mamah Ayara secara tidak langsung sudah tau tentang perasaan Evan pada anaknya.
" Assalamualaikum. " sapa Evan sambil berjalan memasuki rumah dan menghampiri Papah Mamah Ayara
" Waalaikumsallam. " jawab Papah Mamah Ayara kompak
" Ada apa yaa Van? Tumben masih jam segini udah kesini. " kata Papah penasaran
" Atau mau ketemu Ayara? " tanya Mamah yg kemudian di tepuk tangannya sama Papah
" Ooohhh ngga ko Tante. Evan kesini bukan mau ketemu Ayara. Tapi Evan kesini mau pamit sama Om Deon. " jelas Evan yg membuat Papah Ayara sedikit heran
" Pamit? Pamit mau kemana Van? " tanya Papah Ayara
" Gini Om, Evan mau lanjutin studi S2 Evan di luar negeri. Evan mau lanjutin studi bisnis Evan yg tertunda. Makasih banget yaa Om udah ngajarin Evan banyak hal. Maafin Evan kalo selama belajar suka ngrepotin dan kadang belum paham paham. " jelas Evan panjang lebar
" Ke luar negeri? Ko mendadak banget Van. Yaa Om si seneng dengernya. Om yg minta maaf kalo selama ngajarin kamu kurang baik. Karena Om sendiri bukan guru dan emang ngga begitu bakat buat jadi guru hehehehe. Yaa kamu hati hati yaa. Semoga sukses. " kata Papah dg sedikit bercanda
" Iyaa Om. Sebenernya ngga mendadak si Om. Ini rencana udah lama, cuma tertunda aja. Dan baru ada waktunya sekarang. Makasih yaa Om doanya. Kalo gitu Evan permisi, soalnya pemberangkatannya pagi ini. Assalamualaikum. " kata Evan mengakhiri pembicaraannya dg cepat kemudian mencium tangan Papah Mamah Ayara sebelum pergi
" Waalaikumsallam. " jawab Papah singkat
Kemudian Evan pun pergi meninggalkan rumah Ayara. Dengan perasaan yg sangat berat. Sebenarnya Evan ngga mau untuk meninggalkan kota Jogja. Tapi kalo Evan disini terus, Evan akan selalu ke ingat Ayara. Evan akan terus melihat kebersamaan Ayara dan Satria. Dan Evan takut akan semakin terluka.
Setelah Evan pergi. Mamah Papah Ayara terlibat sebuah obrolan singkat.
" Kasian yaa Pah Evan sampai ke luar negeri karena cintanya di tolak Ayara. " kata Mamah Ayara sok tau
" Dih Mamah sok tau banget. Siapa tau Evan ke luar negeri karena di suruh Papahnya, si Denny. " jawab Papah Ayara mencoba netral. Padahal sebenarnya Papah Ayara juga berpikir demikian
" Yaa bukan sok tau Pah. Ngira ngira aja. Lagian moment nya pas banget. Coba aja Papah urutin rentetan kejadiannya dari kejadian semalam. " jelas Mamah seperti detektif
" Eeemmmm iyaa si Mah. Tapi yaa udah lah biarin aja. Itu urusan mereka. Kita orang tua cuma bisa mendoakan yg terbaik buat semuanya. Dan kita sebagai orang tua Ayara hanya mengikuti kebahagiaan anak. " kata Papah bijak
" Iyaa Pah. " jawab Mamah singkat
Setelah mengobrol tentang kisah cinta anak mereka. Papah Mamah Ayara pun masuk ke dalam rumah.
Evan pun pergi ke bandara. Beberapa saat setelah Evan sampai, sudah ada airport announcement atau pengumuman di bandara tentang boarding announcement (pengumuman keberangkatan).
"Selamat pagi. Boarding untuk Maskapai ABC dengan nomor penerbangan 56K76 tujuan Amerika akan segera dimulai. Para penumpang dimohon untuk menuju gerbang C2 dan persiapkan pas naik dan identifikasi Anda. Terima kasih"
Begitulah pengumuman keberangkatannya. Tanpa berlama-lama Evan pun melakukan boarding pass. Kemudian Evan pergi menuju pesawat. Evan duduk di dekat jendela pesawat. Di dalam pesawat, sebelum pesawat take off. Evan melamun dan memikirkan sesuatu. Yaa siapa lagi yg dia pikirkan selain Ayara. Apalagi saat ia ke rumahnya, Evan tak bertemu bahkan tak melihat Ayara sama sekali.
" Ayara, aku pergi. Tapi hati dan cintaku hanya untukmu. Aku hanya membawanya untuk ku jaga setiap waktu. Ayara, jika takdir tak berpihak pada kita. Aku ingin suatu saat kita tetap bisa bertemu walaupun dg keadaan yg mungkin sudah berbeda. Semoga kamu selalu bahagia bersama Satria. Ayara, aku mencintaimu. " ucap Evan dalam hati sambil melihat pemandangan di luar
Kemudian pesawat pun take off. Evan telah pergi membawa cintanya untuk Ayara. Sejujurnya dalam hati kecil Evan, Evan berharap ada keajaiban yg membuat dirinya dan Ayara bersatu. Tapi ntahlah itu hanya sebuah harapan. Yg bisa terjadi atau tidak.
( di perjalanan menuju Purwokerto )
Di perjalanan menuju Purwokerto. Tepatnya di dalam mobil Satria. Terlihat Satria yg serius menyetir mobil. Dan sesekali melihat ke arah Ayara. Sedangkan Ayara juga fokus melihat ke depan. 1 jam perjalanan sudah di tempuh. Satria merasa lapar, karena tadi Satria hanya sarapan roti dan s**u. Jadi Satria memutuskan untuk berhenti sejenak di sebuah Resto.
Tiba-tiba mobil Satria sudah terparkir di depan Resto. Ntah di daerah mana aku tidak tahu. Dan kenapa Satria memberhentikan mobilnya disini. Aku pun tidak tahu. Padahal kita baru berjalan sebentar, kenapa udah berhenti? pikirku dalam hati.
" Kita makan dulu yaa sayang. Aku laper hehehehe. " kata Satria sambil mematikan mesin mobil dan mengambil dompet beserta Hp
" Ooohhh iyaa udah ayoo. Tadi disuruh sarapan dirumah ngga mau. " jawabku sambil melepaskan seatbelt kemudian mengambil HP dan dompet juga
" Ngga enak ah. Takut kesiangan juga Hehehehe. " jawab Satria sambil unjuk gigi dan membuka pintu
" Huuuu alesan. " jawabku sambil membuka pintu mobil juga
Lalu kami memasuki resto tersebut. Kami memilih tempat yg tidak ada kursinya atau biasa disebut lesehan. Karena kami ingin sekalian mengistirahatkan badan. Kami pun memesan makanan. Aku dan Satria memesan bebek goreng sambel hijau. Untuk minumannya aku memesan es jeruk, sedangkan Satria memesan es teh manis.
Sambil menunggu pesanan. Kami pun mengobrol. Aku menanyakan tentang kota Purwokerto. Karena jujur sampai saat ini aku masih sangat penasaran. Walaupun Satria sudah menceritakan sedikit. Tapi aku merasa di kota itu ada sesuatu yg sangat istimewa untuk Satria.
" Eeemmmm oh iyaa Sat. Kenapa kamu ngajak aku ke Purwokerto? Kenapa ngga ke kota lain gitu? " tanyaku sedikit ragu dan memberanikan diri
" Kenapa yaa? Karena aku pengen kamu mengenal aku lebih jauh. Aku pengen kamu tau semua tentang aku. Karena aku suka dan cinta banget sama kota itu. Kalo kamu cinta aku, kamu juga harus cinta kota itu. " kata Satria sambil membayangkan kota Purwokerto
" Iyaa alesannya kenapa Satria? " tanyaku semakin penasaran
" Yaa karena Purwokerto itu kota yg bersejarah buat aku, kota yg spesial buat aku. " ucap Satria sambil tersenyum manis padaku. Aku hanya mengangguk dan tersenyum menanggapinya
Akhirnya makanan pesanan kami pun datang. Kami pun makan dg sangat lahap. Terutama Satria, yaa mungkin dia benar benar sangat lapar hehehehe. Kami makan tanpa ada suara atau obrolan. Karena kami sangat menikmati makanannya. Bukan hanya menikmati sebenarnya. Tapi karena kita terlalu lapar jadi kita hanya fokus untuk makan bukan ngobrol hehehehe.