Setelah kunjungan berakhir, Nathan berbalik dengan enggan, dan meluncurkan kursi rodanya untuk keluar dari ruang ICU. Di belakangnya, wanita ayu yang berwujud jiwa, mengalami keraguan untuk sesaat. Dia berdiri seorang diri di bangsal ICU, hanya bertrmeman mesin mati dengan suara Bip. Apakah Qiandra akan tetap di sini? Menatap tubuhnya sendiri yang semakin lama rasanya semakij layu dan tak berjiwa. Wakah Qiandra berkerut-kerut, penuh keraguan. Setelah menimbang dengan cepat, dia akhirnya mengikuti Nathan, memilih keluar dari bangsal ini Mari kita lihat lingkungan luar. Ruanh ICU bukan ruang yang indah untuk didiami terus. "Tunggu tunggu!" Qiandra berjalan cepat, setengah melayang mengkuti Nathan. Gerakan kursi roda Nathan terlalu cepat, dia baru saja menutup pintu bangsal ICU saat Qiand

