Sebuah potret lawas yang menampilkan seorang gadis remaja sekitar enam belas atau tujuh belas tahun dengan latar lapangan basket sekolah di siang hari. Senyum gadis itu cerah, memiliki dua mata jernih yang semurni kolam. Rambutnya yang panjang diikat di belakang membentuk kuncir kuda. Satu lesung pipit memberi sentuhan hangat sang gadis. Ini … Qiandra belasan tahun yang lalu. Di ujung potret tersebut terdapat bintik-bintik putih, menunjukkan waktu telah memudarkannya perlahan-lahan. Sentuhan lembut dari jari jemari Nathan menyusuri seluruh potret, tak kehilangan senyumnya yang penuh nostalgia. Ini adalah potret Qiandra yang tak pernah bosan untuk Nathan amati. Sosoknya, senyumnya, caranya menatap matahari, dan semua yang ada pada dirinya. Benih cinta itu hadir saat Nathan melihatny

