"Kamu mau kemana?" Tanya Lucas terlihat frustasi dengan tingkah kekanakan Dea. Selalu saja berakhir dengan adegan kejar-kejaran kalau Dea sudah marah dan Lucas benci itu. "Aku tidak suka dengan wanita itu dan kamu tetap saja bareng sama dia. Sana pergi saja sama wanitamu." Dea menuding tajam. Memperingatkan Lucas benar-benar cara yang paling sia-sia di muka bumi ini. Apalagi sekarang dengan gampangnya dia bertemu wanita itu di belakangnya? Yang benar saja, dia tak suka berbagi. "Dia hanya rekan kerja saja, tak lebih dari itu. Kamu pikir dia bisa di bandingkan dengan dirimu?" Tanya Lucas tak tahu lagi harus menjelaskan seperti apa. "Ya. Aku memang tak pantas di bandingkan dengannya karena aku belum bisa cari duit sendiri. Aku hanya terus-terusan bergantung sama kamu." Timpal Dea gagal pa

