Chapter 17

1031 Kata

Aku masuk mobil dengan airmata yang terus mengalir. Membenci dan merindukan Lucas. Reksya melajukan mobil dengan kecepatan gila, tapi ku abaikan saja walau rasa takutku sampai di ubun-ubunku. Suara decitan rem bahkan bersahutan saat Reksya tak segan menyalip mobil yang tengah melaju dengan kencang. Dapat kulihat genggamannya pada setir mobil seolah mampu meremukkannya saja. Ku eratkan peganganku pada sabuk pengaman yang sempat aku pasang, merasa akan mati sebentar lagi. Saat mobil itu berhenti aku menatap keluar, melihat rumah Tante Delila ada di sana. Reksya membuka kunci mobil dan tanpa mau menunggu kegilaan apalagi yang bisa di lakukan Reksya, aku langsung keluar dan berlari ke dalam halaman yang cukup luas. Satpam membuka gerbang, terlihat heran dengan airmata yang tak mau menger

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN