Aku mendekap tubuh Lucas dengan erat, melihat darah yang menciprat keseluruh ruangan tersebut. Tubuh yang terbujur kaku di sana baru saja di turunkan dari tiang gantung yang ada di langit-langit kamar. Matanya melotot penuh dengan kesakitan, kedua pergelangan tangannya sudah kering dengan darah yang mengalir. Lidah terulur mengerikan, bahkan bajunya masih sama dengan yang dia pakai saat terakhir kami bertemu. Aku tak bisa lagi menatap mayat itu, memalingkan wajah dan menyembunyikan nya di dalam d**a bidang yang terlihat biasa saja dengan mayat yang ada di depan kami. Lucas hanya terdiam, seolah memastikan kalau mayat yang ada di depannya hanyalah ilusi belaka. "Dia di bunuh." Lucas bergumam pelan, menghilangkan semua dugaanku. Ternyata dia sedang meneliti mayat tersebut. Dibunuh? Apa

