"Apaan sih, sakit tau!!" "Kau datang." bu Clarissa menyapa tuan Arjun. "Ibu." tuan Arjun ingin ibunya bersalaman. Namun dengan sengaja beliau tolak karena masih merasa kesal. "Enggak perlu lah salaman segala. Memangnya kamu masih menganggap aku ini sebagai ibumu." bu Clarissa memalingkan wajahnya. "Kita bicara di luar saja bu. Dona harus istirahat." Tidak menjawab, namun bu Clarissa melangkah keluar terlebih dahulu. Tuan Arjun Saputra dan David mengikuti saja dari belakang. Mereka bertiga duduk di perpustakaan pribadi tuan Arjun Saputra. Dengan menikmati sajian teh hangat dan camilan manis di meja. "Ibu kecewa padamu Arjun." bu Clarissa membuka percakapan. "Arjun bisa jelaskan kok bu." "Jelaskan apa? Kamu lihat, lukanya di sekujur tubuh Arjun. Apa yang kamu lakukan padany

