Dinda yang di temani Daniar hanya bisa duduk sembari memperhatikan dari jauh gerak-gerik Bella dan kekasihnya itu. "Apakah kamu akan memberitahu tuan?" tanya Daniar. "Entahlah. Meskipun Bella melakukan hal yang tidak seharusnya ia lakukan. Namun aku yakin, pasti ada alasan di balik ini semua." "Tapi dia berkhianat Dinda." "Kamu lihat, mbak Bella sangat bahagia bersama pria itu. Aku belum pernah melihat tawa selepas itu darinya. Tentang alasan apa yang membuat dia seperti ini? Aku akan menanyakannya nanti. Percayalah Daniar, di pisahkan dengan orang yang kita cintai itu seperti mati. Serasa mati tapi masih hidup, masih hidup tapi ingin mati." "Dinda...." "Aku akan membiarkan dia bahagia sebentar. Aku turut senang melihat dua orang yang saling mencintai bisa mengisi kekosongan d

