Bab 72

1084 Kata

Daniar mengikuti Dinda kemanapun dia pergi. Berjalan-jalan keliling kediaman. Menikmati udara sore yang berangin. Dinda menghentikan langkahnya tepat di depan paviliun Dona. "Kenapa ada banyak penjaga di sana?" tunjuk Dinda. "Kamu nggak tau?" "Tau apa sih? Aku ketinggalan gosip lagi ya?" Daniar menghela nafasnya, kemudian menepuk pundak Dinda. "Wajar saja sih kalau tidak tau, kamu kan sibuk ekhem-ekhem sama tuan Arjun." "Darimana kamu tau? Kamu dengar?" "Biasa saja kali nyonya. Ya ngapain coba, kalian berdua lama banget di kamar. Terus keluar-keluar dengan baju yang berbeda. Rambut yang belum kering sempurna. Dan.." Daniar mengendus-endus bau tubuh Dinda. "Ini bau sabun tuan Arjun kan. Yang artinya kamu sudah mandi di sana." "Hehehehe tutup mulutmu itu. Takut ada yang d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN