Drap.... Drap.... Drap.... Drap.... Berlari dengan kencang layaknya menembus awan. Dinda ingin menemui tuan Arjun Saputra yang belum kunjung menemuinya. Bahkan rambutnya masih basah ketika datang. Braaaakkkk.... Dengan angkuh Dinda membanting pintu kamar tuan Arjun Saputra. "Ada apa?" tuan Arjun yang hanya terlilit handuk itu sepertinya baru selesai mandi. Dinda mendekati tuan Arjun Saputra yang tengah sibuk mengeringkan rambutnya. Dengan memonyongkan bibirnya Dinda berkata "Om Arjun sayang, kamu ini darimana saja. Katanya mau melihatku setelah urusanmu selesai. Lalu kenapa sampai sore begini bahkan baru selesai mandi. Kamu menemui Dona sampai keramas? Hmmm abis ngapain coba, jangan-jangan. Kamu bohong ya sama Dinda?" Tuan Arjun Saputra hanya bisa tercengang mendengarkan celo

